BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Lima mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi inovasi produk nasional Product Innovation Bioleague 2025. Kelima mahasiswa Program Studi Teknologi Pascapanen tersebut tergabung dalam Tim Uri Benu, yang terdiri dari Rizka Nur Maulani, Shinta Puspita Rachmawati, Raisya Salma Maheswari, Panji Lintang Muqitta, dan Gabriela Sinta Wirawati.
Mereka menyisihkan peserta lain dengan menghadirkan inovasi berupa pHORIA, sebuah smart dry sheet mask (masker cerdas kering) yang unik karena berbahan dasar limbah cair tahu. Produk ini mengusung konsep “waste to wonder innovation”, yang bertujuan mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi dan ramah lingkungan.
“Masker ini tidak hanya fungsional, tapi juga berkelanjutan. Kami ingin membuktikan bahwa kosmetik bisa efektif sekaligus memiliki nilai ekologis,” ujar Rizka, salah satu anggota tim, dikutip dari laman resmi ITB, Jumat (19/12/2025).
Cara Kerja pHORIA: Deteksi dan Seimbangkan pH Kulit
Inovasi pHORIA memiliki keunggulan ganda:
- Bahan Dasar: Terbuat dari bacterial cellulose hasil fermentasi limbah cair tahu, yang menawarkan tekstur lembut dan biodegradable.
- Indikator pH Alami: Diperkaya dengan ekstrak kulit bawang merah yang mengandung antosianin, zat yang dapat berubah warna sesuai dengan tingkat keasaman (pH) kulit pengguna.
- Penyeimbang pH: Mengandung ekstrak ampas teh yang berfungsi menyeimbangkan pH kulit sekaligus sebagai antioksidan alami.
Dengan komposisi ini, pHORIA mampu mendeteksi kondisi pH kulit melalui perubahan warna pada masker, kemudian menyeimbangkannya secara alami, menawarkan perawatan kulit yang personal dan berkelanjutan.
Prestasi ini bukanlah titik akhir. Tim Uri Benu berencana mengembangkan produk lebih lanjut, mulai dari validasi formula, uji aplikasi pada kulit, hingga mengeksplorasi jalur komersialisasi.
“Potensi pHORIA sangat besar, terutama dengan tren skincare ramah lingkungan dan cerdas yang sedang naik. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan lembaga riset atau perusahaan untuk mewujudkannya,” jelas Shinta.
Melalui pencapaian ini, Tim Uri Benu berharap dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi keberlanjutan lingkungan.
(Budis)











