Mabar Mobile Legends: Budaya Pop Generasi Digital

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Layar ponsel mengeluarkan sinarnya, suara “victory” menggema diruangan, suara tawa, intruksi cepat dan komunikasi tentang permainan seakan menjadi pemandangan sehari-hari generasi muda Indonesia. Itulah ritual mabar (main bareng) Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), sebuah aktivitas yang telah berubah dari hanya permainan menjadi fenomena budaya digital yang mengikat hubungan sosial anak muda di era modern.

Dirilis oleh pengembang Moonton pada tahun 2016, Mobile Legends telah tumbuh menjadi salah satu game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) paling populer di Indonesia, dengan lebih dari 110 juta pemain aktif bulanan secara global pada 2025 menurut data Moonton dan peringkat sebagai salah satu game paling dimainkan di lebih dari 80 negara.

Menurut sumber terpercaya, data menunjukkan bahwa jumlah pemain Mobile Legends di dunia mencapai 80 juta pengguna bulanan, dengan angka global yang terus meningkat dimulai sejak 2021. Bahkan di Indonesia sendiri, game ini meimiliki basis komunitas yang sangat besar.

dilansir dari data konverensi pers MPL Indonesia, sekitar 34 juta pemain Mobile Legends tersebar di wilayah Indonesia, dengan mayoritas melebihi 50% total seluruh pemain.

Baca Juga:

Rahasia Sukses Main Hero Helcurt Mid Lane di Mobile Legends

Menarik, Ini Cara Triple Kill dan Raih Peluang MVP di Game Mobile Legends

Istilah mabar bukan hanya sekedar bermain, melainkan menjadi ritual sosial yang sering dilakukan oleh banyak anak muda ketika selesai sekolah, kuliah atau kerja. game ini berbasis dengan lima orang pemain yang harus saling terikat untuk menjalin kerja sama/teamwork layaknya sebuah komunitas seni kolaboratif, demi menggapai cara bermain yang sesuai dengan merencanakan strategi bersama, saling memberikan intruksi, serta mengeksekusinya bersama-sama sehingga layak disebut sebagai budaya generasi digital.

Salah seorang pemain Mobile Legends muda di Bandung, Adit (20) menyatakan pendapatanya.

“Ketika mabar game ini, kami memaknai kalah-menang hal biasa. ini andaikan teamwork, tentang bagaimana cara kita berpikir kritis pas main game, berdiskusi, tertawa, menurunkan ego demi kemenangan bersama dan menyelesaikan konflik kecil. itu semua bagian dari praktik sosial kami,” ujarnya (7/1/2026).

Budaya mabar, dapat dikatakan aktivitas tersebut memiliki unsur seni kolektif, bukan bentuk fisik, tetapi melalui cara pemain berkolaborasi, berkomunikasi, merancang strategi dan mengekspresikan identitasnya dalam tim. Rutinitas ini menjadi bagian dari praktik budaya generasi digital era modern melalui sebuah seni interaksi dalam ruang virtual.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati Bandung/Robby Nuzula Ramadhan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City