JAKARTA,TM.ID: Lomography baru-baru ini memperkenalkan kamera saku analog terbarunya, Lomomatic 110. Kamera ini menampilkan desain retro yang unik dan menggunakan film 110 untuk pengambilan gambar.
Kamera ini memiliki desain bodi ramping yang memanjang, mirip dengan kamera film 110 retro pada umumnya. Desainnya mengingatkan pada Kodak Ektralite 10 yang telah dikenal sejak tahun 1978 hingga 1994.
Desain bodi kamera ini dilengkapi dengan mekanisme geser, memungkinkan pengguna untuk menyimpan lensa dan jendela bidik yang terlindungi saat tidak sedang digunakan.
Lensa wide angle Minitar CX 23mm dipasang di bagian depan kamera, ideal untuk memotret street, lanskap, dan arsitektur. Kamera ini dilengkapi dengan dua mode pemotretan, yaitu Multiple-exposure dan long-exposure.
Meskipun merupakan kamera saku analog, Lomomatic 110 hampir tidak memiliki sentuhan teknologi modern. Pengaturan yang tersedia pun sederhana, hanya meliputi opsi bukaan diafragma dan pengaturan ISO (ISO 100, 200, 400, dan Bulb). Flash terintegrasi juga sudah tersedia untuk kondisi pencahayaan rendah.
BACA JUGA: Harga Instax Pal: Kamera Digital Terkecil dan Terbaik dari Fujifilm
Sistem fokus kamera ini mengandalkan sistem pemfokusan berdasarkan zona atau zone focusing. Terdapat empat opsi pengaturan jarak fokus, mulai dari 0,8 meter, 1,5 meter, 3 meter, hingga infinity.
Meskipun rol film dengan format 110 tergolong jarang, Lomography telah merilis beragam tipe film 110, seperti LomoChrome Color 92, LomoChrome Metropolis, Color Tiger, LomoChrome Purple, LomoChrome Turquoise, Lobster Redscale, 110 Expired Surprise, dan film hitam putih B&W Orca.
Untuk harga, Lomography Lomomatic 110 Film Camera sudah tersedia dengan harga mulai dari US$119 atau sekitar Rp1,8 Jutaan.
(Budis)