KOTA BOGOR, TEROPONGMEDIA.ID – Komitmen Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraenidini, terhadap pemenuhan hak dasar warga kembali dibuktikan melalui peninjauan langsung program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Dalam kunjungannya di Kota Bogor baru-baru ini, Fetty menegaskan bahwa bantuan rumah bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan investasi pada martabat dan kesehatan keluarga.
Kehadiran srikandi Fraksi Golkar ini di tengah pemukiman padat penduduk disambut antusias oleh warga yang kini telah menempati rumah yang lebih kokoh dan sehat.
Memastikan Standar Hunian Sehat
Bagi Fetty, pengawasan pasca-pembangunan adalah hal krusial. Ia tidak ingin bantuan yang diberikan hanya sekadar mengganti genteng yang bocor, tetapi harus memenuhi kriteria rumah sehat, seperti pencahayaan yang cukup dan sanitasi yang layak.
“Rumah adalah benteng pertama pertahanan sebuah keluarga. Kalau rumahnya bocor, lembap, dan tidak sehat, bagaimana anak-anak kita bisa belajar dengan tenang? Maka, kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa anggaran yang kita kawal di Provinsi benar-benar mewujud menjadi hunian yang berkualitas,” tegas Fetty di sela-sela obrolan hangat dengan salah satu penerima manfaat.
Mendengar Aspirasi di Teras Rumah
Kunjungan ini juga dimanfaatkan Fetty untuk menyerap aspirasi “jemput bola”. Sambil meninjau hasil perbaikan, ia berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat mengenai program-program pemberdayaan lainnya yang dibutuhkan warga setelah hunian mereka diperbaiki.
Beberapa catatan penting dari kunjungan lapangan ini meliputi:
Keberlanjutan Program: Mendorong penambahan kuota Rutilahu untuk wilayah Kota Bogor pada tahun anggaran berikutnya.
Integrasi Sanitasi: Memastikan perbaikan rumah dibarengi dengan sistem drainase yang baik agar tidak berdampak pada lingkungan sekitar.
Pemberdayaan Ekonomi: Menjajaki kemungkinan pelatihan UMKM bagi keluarga penerima bantuan agar kemandirian ekonomi turut terbangun.
Politik yang Membumi
Aksi turun ke lapangan yang konsisten dilakukan Fetty menunjukkan gaya politik yang membumi. Baginya, tugas legislator tidak berakhir di meja rapat Gedung Diponegoro, melainkan harus tuntas hingga ke teras-teras rumah warga.
“Melihat senyum syukur dari warga yang kini tidak lagi khawatir saat hujan deras adalah kepuasan batin yang tidak ternilai. Kami di DPRD akan terus memperjuangkan agar program seperti ini tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak keluarga pra-sejahtera di Kota Bogor,” pungkasnya.