Lando Norris Menang 30 Detik di GP Meksiko, Samai Rekor Langka Michael Schumacher

Lando Norris
Lando Norris (X/@landolapinto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Lando Norris kembali menunjukkan kelasnya sebagai bintang masa depan Formula 1. Pebalap Inggris itu tampil luar biasa di Grand Prix Meksiko 2025, meraih kemenangan dominan dengan selisih mencengangkan 30 detik atas Charles Leclerc di posisi kedua.

Balapan di Autódromo Hermanos Rodríguez itu menjadi kemenangan ke-10 sepanjang karier Norris dan sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam dunia F1 modern.

Kemenangan ini bukan hanya sekadar dominasi. Norris kini menjadi pebalap kedua dalam sejarah Formula 1 yang berhasil memenangkan 10 balapan pertamanya di 10 sirkuit berbeda, menyamai rekor legendaris Michael Schumacher.

Catatan langka itu sebelumnya hanya diukir sang maestro Jerman antara 1992 hingga 1994, periode di mana ia juga meraih gelar dunia pertamanya bersama Benetton.

Schumacher yang kemudian mengumpulkan 91 kemenangan dan tujuh gelar dunia kini seakan memiliki penerus dalam sosok Norris, pebalap muda yang baru berusia 25 tahun namun sudah menunjukkan kematangan luar biasa di lintasan.

“Ini hasil yang luar biasa, tapi saya tidak terlalu memikirkan rekor. Saya hanya berusaha tampil maksimal di setiap seri. Fokus saya tetap pada membawa McLaren bersaing di papan atas,” ujar Norris, melansir Formula1, Senin (3/11/2025).

Baca Juga:

Comeback Gemilang, Lando Norris Tercepat di FP3 GP Azerbaijan 2025

Namun, catatan Norris musim ini berbicara lebih keras dari kata-kata. Ia telah memenangi balapan di Miami, Belanda, Singapura, Australia, hingga Monako, lintasan dengan karakter yang sangat berbeda. Kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi membuktikan bahwa Norris bukan sekadar cepat, tetapi juga komplet secara teknis dan mental.

Bagi McLaren, kemenangan ini menjadi simbol kembalinya kejayaan. Setelah bertahun-tahun tertinggal dari Red Bull dan Ferrari, tim asal Woking itu kini kembali menjadi ancaman serius. Mobil MCL39 terbukti kompetitif, dan Norris mampu memaksimalkannya dengan gaya balap presisi serta kontrol yang mengingatkan publik pada era keemasan Schumacher bersama Ferrari.

Margin kemenangan 30 detik juga menjadi yang terbesar sejak Max Verstappen mendominasi GP Hungaria 2023, bukti betapa Norris benar-benar berada di level berbeda akhir pekan ini.

Dengan performa konsisten dan mental baja, Lando Norris kini mulai menapaki jalur yang sama dengan para legenda. Jika momentum ini terus berlanjut, bukan mustahil McLaren dan Norris akan segera menghidupkan kembali kisah kejayaan klasik Formula 1 dengan warna oranye sebagai simbol era baru.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City