BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Akhir pekan GP Belanda berubah menjadi mimpi buruk bagi Lance Stroll. Setelah crash di Q1 yang membuatnya start dari posisi paling belakang (P20), pebalap Aston Martin asal Kanada menunjukkan rasa frustrasi mendalam hingga memilih menghentikan sesi wawancara media.
Padahal, awal akhir pekan tampak menjanjikan. Stroll sempat mencetak waktu ketiga tercepat di FP1, tetapi kecelakaan keras di FP2 menghancurkan AMR25 miliknya.
Tim Aston Martin terpaksa bekerja lembur melewati batas jam resmi untuk membangun ulang mobil, bahkan mengganti power unit dan gearbox demi memastikan kelayakan tampil.
Namun harapan itu runtuh di sesi kualifikasi. Pada lap dorong pertamanya di Turn 13, Stroll kehilangan kendali hingga mobilnya berputar, melintasi rumput, lalu menghantam pembatas.
Kerusakan sayap depan dan bagian bawah mobil membuatnya tak bisa melanjutkan, meski berhasil kembali ke pit.
Baca Juga:
Disalip Mercedes di GP Kanada, Ferrari Dihujani Kritik Pedas!
Kekecewaannya semakin terlihat ketika menjawab pertanyaan media. Stroll masih bersedia berbicara soal kualifikasi, tetapi ketika ditanya apakah Aston Martin telah menunjukkan kemajuan sejak GP Belgia di mana ia dan Fernando Alonso sama-sama start di barisan belakang ia langsung menghentikan wawancara dan pergi tanpa komentar lebih lanjut.
Ironisnya, Alonso mampu membawa AMR25 ke posisi P10 dalam kualifikasi, setelah menjadi kedua tercepat di FP2. Perbedaan performa ini menegaskan bahwa mobil Aston Martin masih kompetitif, meski Stroll kesulitan mengendalikannya.
Dengan posisi start paling belakang, Stroll menghadapi tantangan berat untuk sekadar meraih poin. Sebaliknya, Alonso punya peluang emas memperkuat posisi tim di papan tengah klasemen.
Insiden ini semakin mempertegas sorotan terhadap konsistensi Stroll di saat Aston Martin berusaha membuktikan kemajuan mereka menjelang fase penting musim F1.
(Budis)









