Lamine Yamal Kembali Tuai Kontroversi Usai Kunjungi Klub Malam Saat Spanyol Kejar Tiket Piala Dunia 2026

Lamine Yamal
Lamine Yamal (x/ThePopFoot)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, kembali memantik kontroversi setelah kedapatan mengunjungi klub malam di tengah perjuangan Timnas Spanyol mengejar tiket otomatis ke Piala Dunia 2026. Momen ini semakin menambah daftar panjang ulah sang pemain muda yang sedang menepi akibat cedera.

La Furia Roja saat ini tengah bersaing ketat dengan Turkiye di Grup E kualifikasi zona Eropa. Dengan selisih tiga poin dan satu laga tersisa, Spanyol hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tempat di putaran final. Namun, di tengah situasi krusial tersebut, tim justru harus menerima kabar yang tidak mengenakkan terkait salah satu talenta mudanya.

Yamal sebelumnya dipastikan absen pada laga-laga terakhir kualifikasi setelah mengalami cedera. Banyak yang menilai, meski tidak bisa bermain, kehadirannya di pinggir lapangan untuk memberi dukungan dapat menjadi dorongan moral bagi rekan-rekannya. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Aksi Klub Malam yang Menimbulkan Sorotan

Dikutip dari El Periodico via A Bola, Yamal kepergok memasuki klub malam Luz de Gas di Barcelona pada Jumat (14/11/2025) malam, hanya dua hari setelah dirinya dicoret dari skuad Timnas Spanyol. Ia datang bersama sepupunya, Mohamed Abde, serta beberapa teman dekat.

Rombongan tersebut bahkan meminta agar kedatangan mereka dirahasiakan dengan melarang penggunaan gawai di area VIP. Seorang karyawan klub malam membeberkan bahwa Yamal dan rekan-rekannya membayar seluruh minuman malam itu serta hanya mengizinkan perempuan untuk naik ke area khusus tersebut.

“Hanya perempuan yang bisa naik. Kalau mereka mau, mereka bisa naik tanpa masalah,” ujar sang karyawan.

“Di atas sana, mereka bisa minum apa pun yang mereka mau, semuanya sudah dibayar,” lanjutnya.

BACA JUGA:

Cedera Lamine Yamal Picu Ketegangan antara Barcelona dan Timnas Spanyol

Pencoretan Lamine Yamal Picu Konflik Barcelona dan Timnas Spanyol

Laporan ini membuat nama Lamine Yamal kembali menjadi sorotan. Sebelumnya, pemain 18 tahun itu memang kerap dikritik karena gaya hidup glamornya yang dianggap tidak sebanding dengan usianya. Meski demikian, pihak Barcelona mencoba meredam isu yang berkembang.

Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan bahwa Yamal hanya menjalani kehidupan normal sebagai remaja sambil tetap menunjukkan kedewasaan di lapangan.

“Yamal menikmati hidupnya di usia 18 tahun dan menunjukkan kedewasaan yang luar biasa untuk usianya,” ujar Laporta, dikutip dari Catalunya Radio.

“Saya tidak khawatir tentang gaya hidupnya. Dia membutuhkan perlindungan dan dukungan dari kami dan dari orang-orang di sekitarnya,” lanjutnya.

(Haqi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City