KPAI Cemas! Kasus Dugaan Bunuh Diri Anak Muncul Beruntun di Berbagai Daerah

kasus bunuh diri anak
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Rentetan kasus dugaan bunuh diri anak di berbagai daerah memicu keprihatinan serius dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga tersebut menilai tren yang muncul dalam beberapa bulan terakhir sebagai alarm darurat bagi sistem perlindungan anak di Indonesia.

Kasus terbaru mencuat dari beberapa wilayah, mulai dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur; Kabupaten Demak, Jawa Tengah; hingga Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Dalam rentang dua bulan terakhir, setidaknya tiga anak dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga bunuh diri dan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, mengaku sangat terpukul dengan rangkaian kejadian tersebut, terlebih karena terjadi dalam waktu yang berdekatan.

“Sedih sekali, ini sangat memprihatinkan. Dalam 3 tahun saya mendampingi kasus anak mengakhiri hidup, pola kejadian 2026 seperti ini sangat tidak wajar,” kata Diyah, Sabtu (14/2/2026).

KPAI Sebut Perlu Perhatian Nasional

Menurut Diyah, dalam kurun lebih dari dua bulan terakhir, kasus serupa muncul secara beruntun. Bahkan pada awal 2026 saja, sudah tercatat sedikitnya lima peristiwa yang melibatkan anak.

“Karena beruntun, ini harus menjadi perhatian nasional. Tahun ini saja sudah kejadian kelima,” ujarnya.

KPAI mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut secara komprehensif penyebab kematian anak-anak tersebut.

Penelusuran dinilai harus mencakup berbagai aspek mulai dari lingkungan keluarga, kondisi sekolah, hingga kemungkinan adanya tekanan sosial yang dialami korban.

“Jangan sampai anak yang mengakhiri hidup justru mendapat stigma negatif. Negara harus hadir untuk mencari kebenaran dan melindungi anak,” tegas Diyah.

Ajak Semua Pihak Lebih Peduli

Diyah juga mengajak orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat luas untuk lebih mendekatkan diri kepada anak.

Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka dan menciptakan ruang aman agar anak berani bercerita tentang tekanan yang mereka alami.

“Kita tidak bisa menyerahkan urusan anak hanya ke sekolah atau keluarga. Semua pihak harus terlibat,” katanya.

Ia menegaskan, bahwa anak-anak dalam kasus ini termasuk kategori anak yang memerlukan perlindungan khusus sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 59A.

Negara, lanjutnya, wajib memastikan proses hukum berjalan cepat, keluarga korban memperoleh pendampingan psikologis, bantuan sosial, serta perlindungan hukum yang memadai.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Anak-anak kita harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, suportif, dan peduli,” ujarnya.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, perasaan putus asa, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional. Anda dapat menghubungi layanan konseling, psikolog, atau fasilitas kesehatan terdekat. Di Indonesia layanan kesehatan mental tersedia melalui rumah sakit, puskesmas, serta hotline KemenPPPA SAPA129 (telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129).

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City