Kotroversi Laga Indonesia U23 vs Uzbekistan, hingga Hubner Sebut Sial

indonesia vs uzbekistan
(Instagram/@justinhubner5)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Usai pertandingan Indonesia vs Uzbekistan pada laga semifinal Piala Asia U23, diwarnai dengan keputusan kontroversi dari wasit asal China, Shen Yinhao.

Shen Yinhao yang bertindak sebagai hakim lapangan, telah membuat netizen tanah air geram. Tak heran, mereka berusaha mencari media sosial pribadinya untuk melontarkan komentar ketidakpuasan selama pertandingan tersebut.

Namun, nampaknya wasit asal China itu tak memiliki media sosial resmi. Sehingga informasi mengenai dirinya di ruang digital sangat terbatas.

BACA JUGA: Gagal ke Final, Timnas Indonesia U23 Masih Punya 2 Peluang ke Olimpiade Paris

Lantas, hal itulah yang menambah misteri yang telah mempengaruhi jalannya beberapa pertandingan penting Piala Asia U23.

Kontroversi Laga Indonesia vs Uzbekistan

Saat memimpin laga Indonesia vs Uzbekistan semifinal Piala Asia U23, keputusan dari Shen Yinhao terlihat merugikan anak asuh Shin Ta-yong.

Selama pertandingan, punggawa Garuda Muda, Justin Hubner terlihat kesal dengan keputusan Shen, Bagaimana tidak, saat Witan Sulaeman dijatuhkan oleh pemain Uzbekistan di area kotak penalti hanyah berbuah tendangan bebas.

Ia memberikan tendangan bebas bagi Timnas Indonesia setelah melihat monitor VAR. Selanjutnya, keputusan kontroversi Shen saat menganulir gol dari Muhammad Ferrari yang dijebloskan ke jala gawang Uzbekistan.

Berawal umpan silang Arhan Pratama dari sisi kiri, lalu diterima Ramadhan Sanata dan diumpankan ke Ferrari hingga diceploskan menjadi gol. Akan tetapi, Shen setelah berdiskusi dengan wasit lain dan melihat tayangan Var, harus menganulir gol itu.

Shen menilai, posisi Ramadhan Sananta terlebih dahulu menginjak garis offside, sehingga tak dapat mengesahkan gol Ferarri.

Belum selesai sampai di situ, sang hakim lapangan kontroversial ini memberikan kartu merah kepada Rizky Ridho saat menit ke-84. Ridho yang terlihat berniat melakukan clreance bola, tetapi kakinya mengenai paha Jasurbek Jalloddinov.

Kemudian, Shen bergegas untuk melihat tayangan Var kembali. Ia menganggap, Ridho telah melakukan pelanggaran hingga diadiahi kartu merah dan harus mandi lebih cepat dari kawan-kawan lainnya.

Justin Hubner tidak Bisa Menyembunyikan Kekecewaan

Justin Hubner dalam story Instagram pribadinya, mengutarakan kekesalan dan kekecewaanya selama pertandingan itu. Bahkan, ia menyebut pertandingan itu adalah nasib sial.

“Kami sial hari ini karena orang ini,” kata Justin Hubner setelah pertandingan.

 

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial