Kesehatan Mental: Gen Z Pilih Tarot daripada Psikolog, Sekadar Tren atau Cara Self-Healing?

Kesehatan Mental genz tarot
Ilustrasi - (Pixabay).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Isu kesehatan mental makin sering jadi topik obrolan di kalangan Gen Z. Tapi bagi sebagian orang memilih tidak langsung datang ke psikolog, mereka justru memilih baca kartu tarot ke peramal. Kedengarannya unik, tapi fenomena ini nyata dan makin populer.

Dulu tarot identik sama hal-hal mistis dan terkesan “berat”. Sekarang? Tarot tampil lebih modern dan akrab di media sosial. Mulai dari TikTok, Instagram, sampai X, konten tarot berseliweran dan jadi tempat curhat alternatif buat Gen Z yang lagi overthinking.

Singkatnya, tarot adalah kartu bergambar yang biasa digunakan untuk membaca gambaran hidup seseorang. Total ada 78 kartu, terdiri dari 22 Major Arcana dan 56 Minor Arcana yang terbagi dalam empat jenis, yakni wands, cups, swords, dan pentacles.

Buat Gen Z, tarot bukan sekadar ramalan masa depan. Lebih dari itu, tarot sering dipakai sebagai alat refleksi diri. Dari kartu yang muncul, seseorang bisa mikir ulang soal percintaan, keuangan, karier, sampai masalah pribadi yang lagi bikin kepala penuh.

Secara historis, kartu tarot pertama kali muncul di Eropa sekitar abad ke-15 sebagai permainan. Seiring waktu, tarot mulai dikaitkan dengan unsur mistis. Di era sekarang, fungsinya kembali bergeser, lebih ringan, lebih personal, dan dekat dengan konsep self-healing ala Gen Z.

Baca Juga:

5 Selebriti yang Hadapi Tantangan Kesehatan Mental

Ada beberapa alasan kenapa tarot terasa lebih “masuk” buat Gen Z. Pertama, lebih praktis dan murah. Di media sosial, jasa tarot gampang ditemui dan bisa diakses kapan saja, beda dengan psikolog yang butuh biaya dan jadwal khusus. Kedua, tarot nggak menuntut cerita panjang.

Kalau ke psikolog harus jujur dan terbuka sepenuhnya, tarot cukup “didengarkan” dan ditafsirkan. Ketiga, pesan-pesan afirmatif dari tarot sering bikin orang merasa dimengerti, dengan suasana yang santai dan nggak mengintimidasi.

Dari sudut pandang psikologi, tarot jelas bukan pengganti terapi. Namun, sebagian psikolog melihat tarot sebagai media refleksi. Saat seseorang menafsirkan kartu, sebenarnya ia sedang memproyeksikan isi pikirannya sendiri, apa yang sedang dirasakan, ditakutkan, atau diharapkan.

Masalah muncul ketika tarot dijadikan satu-satunya pegangan untuk mengambil keputusan penting atau malah mengabaikan kondisi mental yang serius.

Fenomena Gen Z yang lebih memilih tarot daripada psikolog bisa jadi tanda bahwa mereka butuh ruang aman untuk memahami diri sendiri. Pada akhirnya, tarot sebatas hiburan dan alat refleksi, sementara psikolog tetap punya peran penting yang nggak bisa digantikan.

(Magang UNPAD/Rifa)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026