Kepala BPOM Ungkap Manfaat Sujud Sholat Untuk Kesehatan Otak

sujud shalat untuk kesehatan otak
(Badan BPOM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa shalat, terutama gerakan sujud, memiliki dampak positif bagi kesehatan otak, khususnya dalam meningkatkan oksigenasi.

Menurutnya, posisi tubuh saat sujud yang menungging dengan meletakkan kepala, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung kaki pada lantai dapat meningkatkan aliran darah yang kaya oksigen menuju otak.

“Dalam aspek kesehatan berdasarkan ilmu kedokteran terkini, sujud memberikan manifestasi yang luar biasa bagi kesehatan otak. Kondisi tubuh pada saat sujud melalui gerakan tubuh menungging dengan meletakkan kepala-dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung kaki pada lantai membuat aliran darah yang kaya oksigen dapat mengalir maksimal ke otak,” ujar Taruna, dikutip hari ini Senin (10/3/2025).

Taruna mengutip QS Al Insan ayat 26 yang mengajarkan tentang anjuran sujud dan bertasbih kepada Allah pada sebagian malam yang panjang.

Posisi tubuh saat sujud memungkinkan darah yang kaya oksigen mengalir lebih lancar ke otak, mengingat posisi jantung yang lebih tinggi dari kepala.

“Dengan kekuatan gravitasi bumi, posisi ini menyebabkan aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak, serta berbagai bagian kepala lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Taruna menjelaskan bahwa shalat bukan hanya sebuah kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki manfaat fisiologis yang luar biasa. Menurutnya, otak adalah struktur yang sangat kompleks yang terdiri dari 183 miliar sel saraf yang berhubungan satu sama lain.

“Sujud dapat memperkaya saturasi oksigen serta meningkatkan proses pembentukan dan koneksi sinapsis di antara miliaran sel saraf tersebut,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan sebuah sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, yang jika daging itu baik, maka baik pula seluruh tubuhnya.

“Segumpal daging itu bernama qalbu,” ujarnya mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

BACA JUGA:

Hukum Puasa Ramadan Saat Banjir, Apakah Wajib?

Khusus Pasien Kronis, Begini Cara Minum Obat Saat Puasa

Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, Taruna juga menekankan bahwa shalat dapat memperkuat spiritualitas seseorang.

“Hal yang paling hakiki dari sujud adalah merasakan kedekatan antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Dalam kondisi fisik yang tampak rendah, justru Allah SWT akan meninggikan derajat hamba-Nya,” ungkapnya.

Taruna Ikrar berharap umat Islam semakin memahami bahwa setiap ibadah, khususnya yang diperintahkan dalam agama Islam, memiliki hikmah dan manfaat bagi kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City