Kenali Penyebab dan Penanganan Henti Jantung Mendadak yang Dialami Park Min Jae

Park Min Jae
Ilustrasi. (Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sudden cardiac atau henti jantung mendadak merupakan kondisi serius di mana jantung tiba-tiba berhenti sejenak. Hal demikian seperti yang dialami oleh aktor korea Park Min Jae.

Henti jantung mengakibatkan aliran darah ke seluruh tubuh terhenti, menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas. Jika tidak segera mendapat penangana, kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.

Henti jantung mendadak bisa jadi karena gangguan listrik pada jantung yang mengganggu kemampuannya memompa darah. Penting untuk membedakan henti jantung mendadak dari serangan jantung.

Serangan jantung terjadi karena penyumbatan pembuluh darah, sedangkan pemicu henti jantung mendadak sering kali oleh ventrikel fibrilasi, yaitu gangguan irama jantung yang membuat bilik jantung hanya bergetar tanpa memompa darah.

Faktor Penyebab dan Risiko Henti Jantung Mendadak

Ventrikel fibrilasi adalah penyebab utama henti jantung mendadak. Kondisi ini, meskipun berbeda dari serangan jantung, kondisi ini juga bisa karena serangan jantung itu sendiri. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami henti jantung mendadak meliputi:

1. Faktor Penyakit Jantung

  • Riwayat penyakit jantung koroner.
  • Gangguan otot jantung (kardiomiopati).
  • Kelainan katup jantung.
  • Penyakit jantung bawaan, seperti Tetralogy of Fallot.
  • Riwayat keluarga dengan henti jantung mendadak.
  • Sindrom Marfan atau kelainan lainnya seperti Torsade de Pointes.

2. Faktor Gaya Hidup dan Kesehatan

  • Kebiasaan merokok.
  • Kurang olahraga.
  • Obesitas.
  • Diabetes.
  • Sleep apnea.
  • Hipertensi.
  • Kolesterol tinggi.
  • Penyalahgunaan narkotika.

Gejala Henti Jantung Mendadak

Henti jantung mendadak sering terjadi tanpa peringatan. Gejala utamanya adalah pingsan secara tiba-tiba. Namun, beberapa tanda awal mungkin muncul, seperti:

  • Nyeri dada.
  • Pusing.
  • Sesak napas.
  • Jantung berdebar kencang.
  • Tubuh terasa lemas.

Prosedur Diagnosis

Dokter akan memeriksa denyut jantung pasien dan menggunakan monitor untuk menganalisis irama jantung. Jika kondisi sudah stabil, akan ada pemeriksaan lanjutan untuk menentukan penyebabnya, seperti:

  • Tes darah untuk mengecek kadar elektrolit dan mendeteksi cedera jantung.
  • Rontgen dada untuk memeriksa ukuran dan struktur jantung.
  • Ekokardiografi untuk melihat kerusakan jantung.
  • Kateterisasi jantung guna mendeteksi penyumbatan pembuluh darah.

Penanganan Henti Jantung Mendadak

Penanganan henti jantung mendadak terbagi menjadi dua tahap utama: darurat dan jangka panjang.

1. Penanganan Darurat

Langkah pertama adalah memeriksa pernapasan dan denyut nadi. Jika jantung tidak berdetak, tim medis akan melakukan CPR (resusitasi jantung paru) dan memberikan kejutan listrik menggunakan defibrillator. Setelah stabil, pasien dirawat di ICU dengan bantuan alat napas.

2. Pengobatan Jangka Panjang

  • Obat-obatan: Dokter meresepkan obat antiaritmia untuk mengatasi gangguan irama jantung.
  • Implan alat kejut jantung (ICD): Alat ini mendeteksi dan menormalkan irama jantung.
  • Angioplasti: Membuka penyumbatan pada pembuluh darah dan memasang ring jantung jika diperlukan.
  • Ablasi jantung: Memblokir jalur listrik abnormal yang menyebabkan aritmia.
  • Operasi bypass jantung: Membuat pembuluh darah baru sebagai pengganti yang tersumbat.
  • Operasi perbaikan jantung: Memperbaiki kelainan bawaan atau katup jantung yang rusak.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Pasien yang selamat dari henti jantung mendadak tetap berisiko mengalami komplikasi seperti:

  • Kerusakan saraf.
  • Gangguan gerakan.
  • Sulit berbicara dan berkonsentrasi.
  • PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).

Pencegahan Henti Jantung Mendadak

Pemeriksaan rutin, terutama skrining jantung, adalah langkah penting dalam pencegahan. Beberapa langkah lain yang dapat diambil meliputi:

  • Berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung.
  • Rajin berolahraga.
  • Mengelola stres dengan baik.

BACA JUGA: Cek Fakta: Penyakit Jantung Bisa Dideteksi Melalui Jari Kelingking?

Mengatahui berbagai gejala hingga faktor henti jantung mendadak, seperti yang dialami oleh aktor Park Min Jae hingga meninggal, akan memberikan kehati-hatian dan kewaspadaan dengan intensitas yang lebih tinggi.

 

(Virdiya/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City