Dampak Perselingkuhan Untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Dampak perselingkuhan
(Pexels)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Perselingkuhan adalah permasalahan sering terjadi dalam hubungan, tidak terkecuali di masyarakat saat ini. Dalam banyak kasus, perselingkuhan tidak hanya merusak kepercayaan, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesehatan, baik secara psikologis maupun fisik.

Dalam artikel ini, kita akan membahas dengan lebih rinci tentang dampak perselingkuhan pada kesehatan dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Simak dengan seksama untuk mengetahuinya!

1. Depresi

Dampak perselingkuhan dapat menyebabkan kondisi depresi pada individu yang terlibat. Kebahagiaan sekitarnya tergantikan oleh kesedihan, sehingga menciptakan rasa kekosongan dan kekurangan energi. Orang yang mengalami depresi cenderung menghabiskan waktu sendirian dan mungkin terjerumus dalam perilaku negatif seperti konsumsi alkohol dan narkoba.

2. Post-traumatic stress disorder (PTSD)

Meskipun tidak terlihat sebagai trauma, perselingkuhan dapat menyebabkan gejala PTSD pada beberapa kasus. PTSD dapat timbul dalam bentuk merasa panik, mudah marah, sensitif, dan gangguan tidur.

3. Kecemasan

Dampak perselingkuhan dapat menyebabkan gangguan kecemasan jangka panjang, menciptakan perasaan gugup, gemetar, dan sulit berpikir jernih. Gangguan kecemasan juga dapat memicu serangan panik yang menghambat aktivitas sehari-hari.

4. Keluhan Fisik

Stres emosional juga dapat memengaruhi kesehatan fisik, termasuk lonjakan tekanan darah, gangguan pencernaan, sakit kepala, dan mual. Tekanan darah dapat meningkat sementara akibat hormon adrenalin yang dilepaskan sebagai respons terhadap stres.

BACA JUGAProfil Masnawati Masud dan Peristiwa Perselingkuhan Suaminya dengan Melly Goeslaw

5. Insomnia

Stres juga merupakan dampak perselingkuhan yang dapat mengganggu pola tidur dan menyebabkan insomnia. Hormon kortisol, yang mengontrol stres, akan meningkat, memperburuk masalah tidur.

6. Libido Menurun

Perselingkuhan dapat menyebabkan penurunan libido karena hilangnya afeksi dalam hubungan. Hormon oxytocin dan endorfin, yang meningkatkan libido, dapat mengalami penurunan tiba-tiba.

7. Penyakit Jantung

Risiko penyakit jantung meningkat pada pria yang terlibat dalam perselingkuhan. Penelitian menunjukkan bahwa stres yang dihasilkan dapat memicu serangan jantung. Kardiomiopati, yang disebabkan oleh stres, sering disebut sebagai ‘sindrom patah hati’ dan dapat terjadi pada wanita lansia.

Dengan memahami dampaknya, kita dapat lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan mental dan fisik. Jangan biarkan perselingkuhan merusak kesejahteraan rumah tanggamu.

 

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City