Kementan Kirim 1.000 Burung Hantu Predator Hama Tikus ke Majalengka

Burung Hantu Tyto alba predator hama tikus - Dok BRIN
Burung hantu Tyto alba predator hama tikus (Foto: BRIN)
-

Tidak ada video disisipkan.

MAJALENGKA, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam mengatasi serangan hama tikus yang mengancam lahan pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dirjen Tanaman Pangan menyalurkan bantuan 1.000 ekor burung hantu kepada petani di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Penyerahan bantuan ini sebagai tindak lanjut dari komitmen Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menjelaskan bahwa pemanfaatan burung hantu sebagai predator alami telah terbukti efektif secara ilmiah dan lapangan.

“Presiden melihat solusi biologis ini sebagai pendekatan yang tepat, di mana burung hantu merupakan predator paling efisien untuk mengendalikan populasi tikus,” ujar Yudi dalam siaran pers Pemkab Majalengka, dikutip Rabu (14/5/2025).

Bantuan ini diharapkan dapat melindungi tanaman padi petani dari kerusakan akibat hama tikus, khususnya di wilayah yang menerapkan sistem Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).

Metode IPHA sendiri merupakan teknik pengairan berselang yang mampu mengurangi penggunaan air hingga 30% sekaligus meningkatkan hasil panen.

BACA JUGA

Prabowo Borong 1.000 Ekor Burung Hantu Demi Atasi Hama Tikus di Majalengka

Profil Andi Amran Sulaiman: Dari Bisnis Racun Tikus sampai Kursi Menteri Pertanian

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, menyampaikan apresiasi atas bantuan ini.

“Serangan tikus selama ini cukup masif dan merugikan petani. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Kementan yang telah mewujudkan janji untuk membantu petani Majalengka melalui solusi alami ini,” ungkap Gatot.

Pemerintah Kabupaten Majalengka menyambut positif langkah ini dan berharap program tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah setempat.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City