BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain memberikan arahan kepada para pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam menyongsong tahun kerja 2026.
Menurutnya, DPMPTSP punya peran strategis dalam menggerakkan roda investasi dan perekonomian Kota Bandung.
Ia menyebut Bandung sebagai kota yang dinamis, dengan keterbatasan wilayah namun memiliki potensi ekonomi dan investasi yang sangat besar.
“Bandung ini kota kecil secara wilayah, tapi target investasinya besar. Di sinilah tantangan kita. Bukan hanya DPMPTSP, tapi seluruh perangkat daerah harus saling mendukung,” ujar Iskandar di hadapan para pegawai.
Sekda juga memberikan apresiasi atas perkembangan pesat Mal Pelayanan Publik Kota Bandung yang dinilainya semakin matang, inovatif, dan menjadi rujukan daerah lain.
Menurutnya, MPP bukan hanya pusat layanan administratif, tetapi juga wajah pemerintah di mata masyarakat.
Baca Juga:
Pemkot Bandung Kebut Pembangunan PJU di 18 Ruas Jalan
Mulai 2026, Setiap RW di Kota Bandung Ditargetkan Kurangi 25 Kg Sampah Organik per Hari
Salah satu inovasi yang disorot adalah layanan wali nikah yang terintegrasi di MPP Kota Bandung dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Dalam kurun waktu tiga bulan, layanan tersebut telah melayani sekitar 200 pasangan.
“Ini bukti bahwa pelayanan publik bisa dibuat mudah, dekat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal-hal seperti inilah yang harus terus dikembangkan,” ucapnya.
Iskandar Zulkarnain juga menyinggung transformasi birokrasi yang tengah berjalan, khususnya perubahan jabatan struktural ke fungsional.
Ia menilai, perubahan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai penurunan peran, melainkan sebagai upaya percepatan dan profesionalisasi kerja ASN.
“Sistem boleh berubah, tapi target dan kinerja tidak boleh turun. Saya yakin DPMPTSP mampu menjawab itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Erick Attauriq melaporkan capaian kinerja dan langkah strategis yang tengah disiapkan jajarannya memasuki 2026.
Ia mengungkapkan, realisasi investasi Kota Bandung sepanjang 2025 menunjukkan tren sangat positif. Target investasi dalam RKPD 2025 sebesar Rp7 triliun berhasil dilampaui, dengan capaian hingga triwulan ketiga mencapai Rp10,162 triliun.
“Ini menjadi modal optimisme kita. Namun tantangan ke depan juga semakin besar,” ujar Erick.
Memasuki 2026, target investasi dalam RPJMD ditetapkan sebesar Rp11,363 triliun, seiring target pertumbuhan ekonomi daerah yang diproyeksikan mencapai 5,35 persen.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DPMPTSP mengusulkan penyesuaian sistem kerja serta penguatan struktur organisasi, termasuk pengembangan MPP agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan dan investasi.
Erick juga memaparkan, sekitar 80 persen ASN di lingkungan DPMPTSP saat ini merupakan pejabat fungsional. Komposisi ini, menurutnya, justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan sistem kerja yang tepat, kolaboratif, dan berbasis kinerja.
“Dengan sistem kerja yang baru, koordinasi kita sederhanakan tanpa mengurangi tanggung jawab jabatan fungsional. Prinsipnya, kerja tetap cepat, target tetap tercapai,” jelasnya.











