Kelebihan dan Kekurangan Film Pasar Setan, Wajib Tahu!

Pasar Setan
(KINCIR)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Film horor Indonesia terbaru, Pasar Setan, menjanjikan kisah mistis yang unik dengan latar belakang di gunung. Disutradarai Wisnu Surya Pratama, yang memiliki pengalaman pembuatan film dokumenter selama 15 tahun.

Pasar Setan menawarkan konsep yang memikat mirip dengan rekaman yang diambil sendiri. Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan dari film ini.

Kualitas Audio Mengesankan

Salah satu aspek yang mencolok dari film ini adalah kualitas audio yang menghadirkan sensasi horor yang memuaskan. Daripada film horor lainnya, “Pasar Setan” berhasil menonjolkan suara-suara yang mampu menggetarkan penonton.

Penggunaan teknik found footage memberikan nuansa tersendiri, yang dipadukan dengan momen jumpscare yang tak terduga, menjadikan pengalaman menonton semakin mengasyikkan.

Akting Mempesona Audi Marissa

Peran utama Audi Marissa sebagai Tamara Tiwuh juga patut mendapat apresiasi. Aktingnya yang meyakinkan mampu menghadirkan karakter yang kuat dan menawan, sekaligus menambah dimensi ketegangan dalam cerita. Ketakutan dan ketegangan yang terpancar dari wajahnya berhasil menghadirkan suasana yang mencekam bagi para penonton.

Plot yang Menyisakan Tanda Tanya

Meskipun film ini berhasil menghadirkan sensasi horor yang memuaskan, namun beberapa kelemahan tetap terlihat dalam penyajian ceritanya. Terdapat beberapa plot hole yang belum terlalu terjelaskan dengan baik, meninggalkan tanda tanya bagi para penonton setelah menonton film ini.

BACA JUGA: Kisah Mistis Gunung Lawu, Salah Satunya Pasar Setan!

Hantu yang Kurang Mencekam

Salah satu elemen penting dalam film horor adalah penampakan hantu yang mampu menghadirkan ketakutan yang mendalam pada penonton. Sayangnya, dalam film ini, penampakan hantu masih terasa kurang menakutkan dan kurang menggigit. Hal ini mungkin dapat diperbaiki dengan pengembangan lebih lanjut pada desain dan efek visual dari karakter-karakter hantunya.

Premis yang Menarik

Meskipun memiliki beberapa kelemahan, film ini tetap memiliki premis yang menarik untuk dikulik. Cerita tentang urban legend mengenai pasar setan di kalangan pendaki gunung memberikan warna tersendiri dalam dunia horor Indonesia. Bagi yang menyukai konten tontonan yang penuh teori, film ini dapat menjadi pilihan yang menarik.

Pengalaman Tak Terlupakan

Pengalaman menonton “Pasar Setan” di bioskop juga merupakan salah satu alasan mengapa film ini layak untuk kamu tonton. Kualitas audio yang mengesankan dan ketegangan yang tercipta saat menonton di layar lebar dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Selain itu, comeback akting Audi Marissa juga menjadi nilai tambah yang membuat film ini layak untuk kamu tonton.

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City