Kekurangan Suzuki Jimny Jadul, Jangan Cari Nyaman

suzuki jimny jadul
(Suzuki)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Suzuki Jimny jadul telah menjadi mobil legendaris di dunia otomotif khusussnya pecinta kendaraan off-road. Meski telah berusia puluhan tahun, Jimny tetap menjadi pilihan bagi yang mencari mobil tangguh dengan budget terbatas.

Saat ini, Jimny dapat ditemukan dengan kisaran harga yang cukup bersahabat, mulai dari Rp30-50 jutaan, tergantung pada kondisi dan tahun pembuatannya.

Kemudian, kehadiran suku cadang yang masih melimpah membuat perawatan kendaraan ini menjadi lebih terjangkau dan mudah.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk memboyong Suzuki Jimny atau Katana, ada baiknya Anda mengetahui beberapa kekurangannya.

Kekuarangan Suzuki Jimny jadul:

suzuki jimny jangkrik
Jimny Jangkrik. (Wikimedia)

Suspensi keras

Salah satu kekurangan yang sering disoroti adalah tingkat kenyamanan. Suspensi Jimny cenderung keras, yang membuatnya kurang nyaman saat melintasi jalan yang tidak rata atau berlubang. Hal ini terutama terasa pada perjalanan jarak jauh di jalan aspal yang halus.

BACA JUGA: Cara Booking Suzuki Jimny 5 Pintu, Gercep Unit Terbatas!

Tenaga mesin

Selain itu, meskipun mesinnya tangguh untuk melibas medan off-road, tenaga yang dihasilkan oleh mesinnya tidak terlalu besar. Ini berarti Jimny tidak cocok untuk digunakan sebagai kendaraan untuk mengejar kecepatan di jalan raya.

Akselerasinya terbatas, dan mengemudikannya di jalan tol atau jalan raya yang padat mungkin tidak begitu menyenangkan.

Suara bising

Tingkat kebisingan di dalam kabin juga bisa menjadi masalah. Suara dari luar, termasuk suara mesin dan suara gesekan antara ban dan aspal, bisa cukup mengganggu kenyamanan berkendara. Hal ini terutama terasa saat mengemudi di kecepatan tinggi atau di jalan yang kasar.

Kedap suara di dalam kabin juga tidak optimal, yang berarti Anda mungkin akan mendengar suara dari luar dengan jelas. Ini termasuk suara angin, suara mesin, dan suara gesekan antara ban dan aspal. Hal ini dapat mengurangi kenyamanan dan membuat pengalaman berkendara menjadi kurang menyenangkan.

Minim fitur modern

Terakhir, Suzuki Jimny juga kurang memiliki fitur-fitur modern. Meskipun ini mungkin tidak menjadi masalah bagi beberapa penggemar, bagi sebagian orang yang mencari kenyamanan dan kemewahan, Jimny mungkin terasa kurang lengkap.

Mesinnya yang tangguh dan kemampuan off-roadnya yang terbukti tetap menjadi daya tarik utama, meski dengan beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial