BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pasca-Israel menyerang Iran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran belum berencana mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran. Serangan drone menyasar tiga provinsi yakni Tehran, Khuzestan, dan Ilam, Sabtu (26/10/2024); dini hari.
“Belum ada rencana evakuasi dan masih melihat perkembangan selanjutnya terutama jika ada indikasi konflik terbuka. Saat ini status siaga dua,” kata Duta Besar Indonesia untuk Iran, Ronny Prasetyo Yuliantoro mengutip Pro3 RRI, Minggu (27/10/2024).
Ronny memastikan, kondisi WNI dalam keadaan baik terutama di Tehran, tidak ada yang terdampak dari serangan drone Israel. Total ada 392 WNI di Iran, 90 orang di antaranya berada di Tehran dan paling banyak di Qom.
Provinsi Qom ditempuh dua jam perjalanan dari ibu kota Tehran. Adapun di wilayah terdampak Khuzestan dan Ilam, dipastikan tidak ada WNI yang bermukim di dua provinsi tersebut.
KBRI di Tehran telah menyiapkan skenario evakuasi jika situasi keamanan memburuk dan terjadi perang terbuka. Pihak KBRI telah melakukan pendataan dan menyiapkan kebutuhan untuk evakuasi termasuk berkoordinasi dengan berbagai pihak.
“Kami sudah mempersiapkan langkah untuk kontijensi jika situasi tidak terkendali. Kita sudah melakukan pendataan, menyiapkan logistik dan transportasi jika diperlukan untuk dievakuasi,” ujarnya.
Ronny menyebut belum ada permintaan evakuasi dari WNI di Iran apalagi situasi keamanan pasca-serangan masih kondusif. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal, perkantoran, sekolah dan perguruan tinggi masih beroperasi.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan balasan ke tiga lokasi yaitu Tehran, Khuzestan dan Ilam. Tiga lokasi itu dianggap strategis karena terkait pertahanan Iran.
BACA JUGA: Ratusan WNI Dikonfirmasi Selamat saat Israel Serang Iran
Ronny mengatakan, terdengar suara dentuman keras di ibu kota Tehran mulai dini hari hingga Sabtu pagi . Berdasarkan informasi media lokal, dua tentara Iran tewas dalam serangan balasan tersebut dan bandara sempat ditutup beberapa jam.
Sejumlah negara mengeluarkan traveling warning untuk tidak berkunjung ke Iran. Pemerintah Indonesia hanya meminta WNI menunda kunjungan ke Iran jika tidak mendesak.
(Usk)