BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Nama Katsu mendadak menjadi sorotan di panggung Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) World Championship M7. Bukan semata karena perannya sebagai midlaner ZETA Division, melainkan karena penampilannya yang dianggap berbeda dari stereotip atlet esports pada umumnya.
Sejak tampil di fase Wild Card M7 World Championship, Katsu langsung menyita perhatian publik internasional. Rambut panjang, wajah imut, serta ekspresi yang cenderung lembut membuat sebagian penonton keliru mengiranya sebagai pemain perempuan. Fenomena tersebut pun memicu perbincangan luas di media sosial, dari sekadar kekaguman hingga diskusi soal identitas dan stereotip di dunia esports.
Katsu memiliki nama asli Mark Hiro Iwasaki, pemain berdarah Jepang–Filipina yang lahir pada 16 Februari 2006. Meski masih berusia 19 tahun, ia sudah menjadi bagian penting dari ZETA Division MLBB dan tampil di ajang tertinggi kompetisi Mobile Legends dunia.
Tak sedikit warganet yang menyampaikan kekagumannya secara terbuka. Beberapa bahkan membandingkan paras Katsu dengan karakter anime atau idol Jepang.
“Tapi jujur ya, dia cantik banget,” tulis seorang netizen di media sosial, dikutip Rabu (7/1/2026).
Baca Juga:
Inilah 5 Jungler Terbaik MLBB Berdasarkan Prestasi dan Kontribusi
Menariknya, Katsu maupun pihak ZETA Division memilih untuk tidak menanggapi isu tersebut secara khusus. Tidak ada klarifikasi, pembelaan, atau upaya membentuk citra tertentu. Sikap ini justru mempertegas profesionalisme, bahwa penampilan visual bukanlah parameter utama dalam menilai kualitas seorang atlet esports.
Di tengah derasnya komentar, sebagian komunitas MLBB melihat fenomena ini sebagai gambaran perubahan wajah esports modern. Dunia yang sebelumnya identik dengan maskulinitas kini semakin inklusif, di mana ekspresi personal tidak lagi dibatasi oleh standar lama.
Dari sisi permainan, Katsu mengisi role mid lane, posisi vital yang berfungsi sebagai pengatur tempo dan penghubung antar lini. Sepanjang fase Wild Card M7, ia menampilkan hero pool yang fleksibel dengan mengandalkan Pharsa, Zhuxin, Kadita, dan Kimmy, empat hero meta yang tengah mendominasi patch saat ini.
Gaya bermain Katsu dikenal rapi dan kalkulatif. Ia lebih mengutamakan positioning aman serta eksekusi skill yang presisi ketimbang permainan agresif berisiko tinggi. Pendekatan ini membuatnya konsisten dalam team fight, meski ZETA Division belum mampu melangkah jauh di M7.
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)











