Kasus Kokain Radja Nainggolan, Ternyata Sudah Sudah Dicuriga Polisi Sejak Awal

kasus kokain Radja Nainggolan
Radja Nainggolan saat bermai untuk klub Indonesia, Bhayangkara FC (Instagram Radja Nainggolan)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDI.ID — Simak kronologi penangkapan pesepakbola profesional berdarah Indonesia, Radja Nainggolan, yang ditangkap polisi di Brussels, Belgia, terkait dugaan kasus penyelundupan kokain pada Senin pagi (27/1/2025) waktu setempat.

Mengutip berbagai sumber, Radja Nainggolan yang pernah bermain di klub Indonesia, Bhayangkara Presisi FC itu menjadi incaran polisi karena diduga terlibat dalam kasus perdagangan barang terlarang, kokain dari Amerika Selatan ke Eropa.

Eks pemain Tim Nasional Belgia, itu ditangkap dalam operasi aparat polisi federal Brussels dengan melakukan 30 penggeledahan di provinsi Antwerp dan sekitar Brussels.

Polisi pun berhasil mengumpulkan 2,7 kilogram kokain sebagai arang bukti. Polisi juga menyita uang tunai lebih dari 370.000 euro atau sekitar Rp6,2 miliar serta sejumlah barang mewah, termasuk tiga senjata api.

Radja Nainggolan merupakan satu dari sekitar 15 pelaku penyelundupan yang ditangkap.

Kantor kejaksaan umum Brussels menyatakan, mantan pemain klub Serie A Italia, AS Roma dan Inter Milan itu diringkus sebagai konsekuensi dari kasus barang haram tersebut.

Polisi menyatakan pula, Radja Nainggolan terseret atas dugaan kasus penyelundupan kokain dari Amerika Selatan ke Belgia melalui pelabuhan Antwerp.

“Investigasi ini menyangkut dugaan fakta-fakta impor kokain dari Amerika Selatan ke Eropa, melalui pelabuhan Antwerpen, dan pendistribusiannya kembali di Belgia,” kata Kantor Kejaksaan Brussels dalam pernyataannya yang dikutip BBC.

BACA JUGA: Pemain Keturunan Indonesia Radja Nainggolan Terjerat Kasus Kokain, Diringkus Polisi Belgia!

Kronologi Penangkapan Radja Naionggolan

Polisi federal Brussels kemudian mengeledah 30 rumah di kawasan Antwerp, yang membuahkan hasil terkuaknya jaringan penyelundup kokain dari Amerika Selatan ke Eropa, termasuk satu di antaranya adalah Radja Nainggolan.

Kejaksaan Brussels sejak awal sudah mencurigai keterlibatan Radja Naingolan terkait praktik penyelundupan kokain melalui Pelabuhan Antwerp itu.

Nainggolan kemudian ditangkap karena terbukti memiliki barang bukti kokain dan koneksi bisnisnya terlacak memiliki keterlibatan.

Meski Radja Nainggolan dinyatakan telah ditangkap, tetapi belum keluar penyataan resmi terkait hukuman yang akan dijatuhkan.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial