BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Timnas Kanada mengusung misi besar saat menghadapi Swiss pada laga terakhir Grup B Piala Dunia 2026. Bukan sekadar mengejar tiket ke fase gugur, skuad asuhan Jesse Marsch bertekad mengunci status juara grup agar tetap bermain di hadapan pendukung sendiri di Vancouver pada babak berikutnya.
Kanada dan Swiss sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan pertama. Duel yang akan berlangsung di BC Place, Vancouver, Rabu (24/6/2026), menjadi penentu siapa yang berhak finis di posisi teratas klasemen grup.
Keuntungan besar menanti Kanada jika mampu menghindari kekalahan. Posisi puncak klasemen akan memastikan mereka tetap bertanding di Vancouver pada fase gugur, sebuah keuntungan yang dinilai sangat penting oleh Marsch dalam perjalanan timnya di turnamen ini.
Pelatih berusia 52 tahun itu mengungkapkan bahwa target menjadi juara grup sudah ditetapkan jauh sebelum Piala Dunia dimulai. Bahkan, menurutnya, ambisi tersebut telah menjadi bagian dari rencana jangka panjang sejak dirinya pertama kali menangani Kanada.
“Tetap tinggal di Vancouver adalah tujuan utama kami,” ujar Marsch dalam konferensi pers.
“Saat saya menerima pekerjaan ini, begitu saya mengetahui format turnamennya, saya langsung berkata, oke, kita punya tujuan yang jelas, kita ingin memenangkan grup ini.”
Marsch mengakui bahwa target tersebut sempat dianggap terlalu ambisius ketika pertama kali diutarakan. Namun, perkembangan yang ditunjukkan Kanada dalam dua tahun terakhir membuat keyakinannya semakin kuat.
“Dua tahun lalu, semua orang mengira saya gila, bukan? Prospek itu pada saat itu tidak mungkin terjadi, tetapi inilah tempat yang saya harapkan akan kita capai,” katanya.
Kanada kini hanya berjarak satu pertandingan dari pencapaian tersebut. Dengan dukungan puluhan ribu suporter yang dipastikan memadati BC Place, Marsch optimistis timnya mampu menyelesaikan pekerjaan dan mempertahankan momentum positif yang telah dibangun sejak awal turnamen.
Pelatih asal Amerika Serikat itu juga mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Swiss sudah menjadi bagian dari skenario yang dipersiapkan sejak hasil undian grup diumumkan.
“Ketika kami diundi melawan Swiss, kami berpikir, oke, mari kita posisikan diri untuk memastikan bahwa kami bersaing untuk mencapai tujuan kami, yaitu tetap berada di Vancouver pada pertandingan terakhir,” lanjut Marsch.
“Dan sekarang kami ada di sini, dan kami akan siap untuk itu.”
Saat ini Kanada diproyeksikan menghadapi Belgia pada babak 32 besar jika mampu mempertahankan posisi puncak Grup B. Namun skenario tersebut masih bisa berubah tergantung hasil pertandingan grup lain dan penentuan tim peringkat ketiga terbaik.
Fokus utama Marsch tetap tertuju pada Swiss, lawan yang juga memiliki motivasi serupa untuk menutup fase grup dengan hasil maksimal. Karena itu, duel di Vancouver diperkirakan berlangsung ketat dengan taruhan besar bagi kedua tim.
Bagi Kanada, kemenangan atau setidaknya satu poin akan menjadi langkah penting untuk menjaga mimpi melangkah jauh di Piala Dunia 2026 sekaligus memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri pada fase gugur.