Jadi Pemain Asing Terlama di Persib, Nick Kuipers Bilang Bandung Tempat Ternyaman

Nick Kuipers Akui Waktu Berliburnya Terasa Lebih Nyaman
Persib Bandung tak ingin melewatkan kemenangan melawan RANS Nusantara FC. (Foto: RF)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Pemain bertahan Persib Bandung, Nick Kuipers jadi salah satu pemain asing terlama. Nick Kuipers merasa Kota Bandung jadi salah satu tempat ternyaman bagi warga negara asing, karena dilengkapi banyak fasilitas penunjang dan warganya yang terkenal ramah.
Sejak gabung di musim 2020, Nick didatangkan Persib bersama gerbong pemain asing yang direkomendasikan Robert Alberts seperti Omid Nazari dan Kevin van Kippesluis. Namun seiring berjalannya waktu, dua kompatriotnya memilih pergi, tapi Nick Kuipers tetap bertahan di Persib.
Selalu jadi andalan Persib sejak era Robert Alberts, Luis Milla, dan kini Bojan Hodak, Nick sebenarnya tampil cukup baik di lini bertahan. Meski namanya hampira didepak saat Persib ditangani Luis Milla, namun lambat laun Nick Kuipers terus menunjukan potensinya hingga menjadi pemain yang tak tergantikan di era Bojan Hodak.
Nick mengaku tak memiliki alasan rumit untuk tetap berada di Persib Bandung sejak 4 tahun lalu. Ia mengatakan alasan utamanya untuk tetap berada di Bandung ialah rasa nyaman.
“Ya sudah sangat lama ya, saya merasa nyaman berada di Bandung, saya merasa senang berada di Bandung,” kata Nick kepada awak media.
Dari rasa nyaman, eks pemain ADO Den Haag itu mendapatkan kesan bagus selama tinggal di Bandung. Apalagi selama di Bandung, ia selalu dikelilingi orang-orahg baik yang selalu membantunya ketika mengahadapi kesulitan.
Apresiasi warga Bandung juga terasa ketika Persib Bandung terus menunjukan tren positif. Sehingga, pemain bernomor punggung 2 itu semakin ingin menunjukan performa terbaiknya di setiap pertandingan.
“Ini tempat yang nyaman untuk ditinggali, saya berada di klub yang bagus dengan suporternya yang juga bagus. Kami melakukan pekerjaan dengan baik di beberapa tahun terakhir,” imbuhnya.
Selain nyaman, fasilitas yang ada di Kota Bandung jadi salah satu faktor pendukung lainnya. Baginya, sulit  menemukan alasan untuk pergi meninggalkan Bandung dan kenangan di dalamnya.
“Ini bagus dan semuanya juga lengkap, jadi kenapa harus diubah jika semuanya berjalan dengan baik-baik saja dan saya juga senang,” tutur Nick.
Tak hanya itu, rasa nyaman tersebut juga dirasakan oleh keluarganya. Menurut Nick, rasa nyaman menjadi hal terpenting bagi pesepakbola untuk dapat menunjukan performa terbaiknya di setiap pertandingan
“Keluarga saya juga senang. Jadi ini hal yang sangat penting dan saya juga bangga bisa bermain untuk Persib,” tutupnya.
(RF/ Masnur)
Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City