Israel Tak Mau Bantuan Kemanusiaan Jatuh ke Hamas

Serangan rudal Israel menghancurkan wilayah Utara Jalur Gaza. (Foto: AP Photo/Mohammed Dahman)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Truk-truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina dilakukan pemeriksaan secara ketat oleh Israel.

Mereka memperketat bagi truk yang masuk ke wilayah itu melalui perbatasan Rafah di Gaza Selatan, berbatasan dengan Mesir. Para pasukan Zionis ingin memastikan, jika bantuan kemanusiaan itu tidak jatuh ke tangan pejuang Hamas.

Perlu diketahui kalau truk pengangkut bantuan kemanusiaan kembali memasuki Jalur Gaza, setelah berakhirnya masa gencatan senjata.

BACA JUGA: Media Israel Bilang Tidak Ada Penyiksaan Tawanan oleh Kelompok di Gaza

“Kru Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) kini telah menerima bantuan kemanusiaan melalui penyeberangan Rafah dari mitra kami di Bulan Sabit Merah Mesir,” begitu kata juru bicara PRCS, dikutip dari pernyataan.

PRCS mengatakan sudah menerima kirim 50 truk bantuan kemanusiaan. Bantuan itu berupa makanan, air minum, bantuan pasokan medis dan obat-obatan.

Seperti yang diketahui, 200 truk berhasil masuk ke Gaza setiap hari selama gencatan senjata berlangsung. Adapun jumlah itu memang tergolong rendah, kalau dibandingkan 500 truk bantuan yang masuk ke Jalur Gaza pada setiap harinya, sebelum konflik kembali menegang tanggal 7 Oktober 2023.

Adapun kesulitan utama truk-truk bantuan kemanusiaan ketika hendak masuk ke Gaza karena adanya pos pemeriksaan yang dilakukan Israel.

Dari data yang terbaru, tercatat jumlah warga Palestina yang tewas akibat diserang Israel di Gaza meningkat jadi 15.207 orang. Mayoritas dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

PBB sudah melobi Israel untuk membuka penyeberangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom) di dekat Rafah, yang dulunya digunakan untuk menangani barang dalam jumlah besar sebelum perang, tetapi Israel menolak.

BACA JUGA: Donasi Ratusan Juta Warga KBB Buat Palestina

“Operasi kemanusiaan di Gaza sebagian besar telah terhenti, kecuali layanan di tempat penampungan dan terbatasnya distribusi tepung di wilayah selatan Wadi Gaza,” kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) dalam laporan terbarunya.

“ Evakuasi orang-orang yang terluka dan berkewarganegaraan ganda ke Mesir, dan kembalinya warga Gaza yang terdampar di Mesir, juga terhenti,” tambahnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City