JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Islam Makhachev tetap pada pendiriannya. Juara baru kelas welterweight UFC itu tetap keras kelapa memilih Kamaru Usman sebagai lawan yang ingin ia hadapi untuk mempertahankan gelar pertamanya di divisi 170 pound.
Namun, keputusan tersebut memicu perdebatan luas. Namun Makhachev tak bergeming, meski pilihannya mendapat kritik dari berbagai pihak. Sejumlah nama lain tengah naik daun di kelas welter adal;ah Michael Morales, Carlos Prates, hingga Ian Garry.
Salah satu penentang paling vokal adalah Belal Muhammad. Mantan juara interim itu menilai Usman tidak pantas langsung mendapat kesempatan perebutan gelar, terutama karena sempat menolak beberapa laga setelah kembali ke jalur kemenangan awal tahun ini.
Meski demikian, tidak semua orang sepakat dengan pandangan tersebut.
Masvidal: Usman Lawan Paling Berbahaya
Jorge Masvidal, petarung yang sangat mengenal Kamaru Usman justru sependapat dengan Islam Makhachev. Menurut Masvidal, Usman adalah ancaman terbesar yang bisa dihadapi sang juara baru saat ini.
Masvidal menyebut duel ini sebagai ujian paling berisiko bagi Makhachev di kelas welterweight.
“Saya pikir ini adalah pertarungan paling berbahaya untuk Makhachev di 170 pound, tanpa ragu,” ujar Masvidal, Dalam podcast Death Row MMA, Sabtu (20/12/2025).
“Itu lompatan level yang besar dibandingkan Jack Della Maddalena,” tambahnya.
Masvidal menilai Usman memiliki kombinasi fisik, pengalaman, dan kecerdasan bertarung yang sangat sulit diatasi, terutama bagi petarung yang baru naik kelas.
Baca Juga:
Belal Muhammad Meledak! Bongkar Kejanggalan Wacana Pertarungan Kamaru vs Islam Makhachev
Kekuatan Grappling Usman Jadi Kunci
Masvidal, yang dua kali kalah dari Usman, menyoroti kemampuan bertahan gulat mantan juara tersebut sebagai faktor pembeda utama. Menurutnya, inilah aspek yang bisa menjadi masalah besar bagi Makhachev.
“Pertahanan gulatnya tidak main-main,” kata Masvidal.
“Jack memang bagus, scrambling-nya oke, tapi dia tidak berada di level Usman dalam hal pertahanan grappling,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Usman bukan hanya mampu menyerang lewat gulat, tetapi juga sangat efektif dalam menetralisir kekuatan lawan.
“Usman bisa bergulat secara defensif. Itu yang membuatnya berbahaya,” lanjutnya.
“Saya pikir ini salah satu pertarungan paling berat untuk Makhachev sekarang. Saya bahkan tidak yakin mereka benar-benar ingin mengambil risiko itu.”
Pro dan Kontra Masih Berlanjut
Di satu sisi, kubu Usman mengandalkan faktor warisan dan rekam jejak juara sebagai alasan mengapa ia layak mendapat kesempatan emas tersebut. Di sisi lain, banyak pihak menilai generasi baru welterweight lebih pantas diutamakan.
Terlepas dari pro dan kontra, satu hal jelas: jika duel Islam Makhachev vs Kamaru Usman benar-benar terwujud, laga tersebut bukan hanya soal sabuk juara, tetapi juga pertaruhan besar bagi status sang juara baru di divisi paling kompetitif UFC saat ini.
(Dist)










