JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID — Initiative for Responsible Assurance (IRMA) menyampaikan Perusahaan-perusahaan tambang di Maluku Utara (Malut) dihadapkan pada tantangan dan peluang besar, seiring dengan meniungkatnya permintaan global akan mineral kritis, seperti nikel yang dibutuhkan untuk baterai kendaraan listrik dan teknologi energi terbarukan lainnya.
Terutama dengan berkembangnya tren positif secara global di mana Upaya dan prkatik transisi energi harus dipastikan menghormati hak asasi manusia dan bertanggungjawab. Salah satunya adalah dengan semakin meningkatnya kesadaran actor di rantai pasok tambang untuk mendukung penggunaan Standar IRMA secara luas.
Dalam keterangannya, IRMA merupakan standar sukarela Internasional yang dirancang untuk memastikan bahwa operasi pertambangan dilakukan dengan cara yang meminimalkan dampak negative terhadap lingkungan dan Masyarakat lokal.
“Standar ini mencankup berbagai aspek, mulai dari tanggung jawab sosial dan lingkungan hingga Kesehatan dan keselamatan kerja, serta transparansi dan akuntabilitas,” kata Community Outreach Coorinator IRMA, Andre Barahamin dikutip Kamis (11/7/2024).
Untuk Malut sendiri, dimana kekayaan alam dan keanekaragaman hayati sangat penting.Penerapan standar seperti IRMA dapat membantu untuk mengurangi dampak kerusakan ekosistme, serta menemukan Langkah yang tepat dan bertangungjawab untuk memastikan bahwa kegiatan pertambangan memberikan manfaat jangka Panjang bagi lingkungan dan masyarakat terdampak.
Menurut Andre Barahamin, Community Outreach Coordinator IRMA, mengadopsi standar IRMA tidak hanya meningkatkan reputasi perusahaan tambang di mata investor dan konsumen global, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat lokal dan lingkungan di sekitar area tambang.
“Pasar global kini semakin cerdas. Saat ini, tuntutan mengenai transparansi dan parktik bisnis yang bertanggungjawab dan menghormati hak asasi manusia semakin meluas .Perusahaan-perusahaan besar,terutama yang beroperasi di sektor energi terbarukan dan transisi energi, sekarang makin selektif dalam memilih pemasok yang mematuhi standar yang bertanggungjawab. Hal ini mencerminkan menguatnya
Menurut dia, Tesla,misalnya, telah menetapkan kebijakan ketat untuk memastikan bahwa nikel yang mereka gunakan dalam produksi baterai kendaraan Listrik berasal dari sumber yang bertanggung jawab.
BACA JUGA: 5 Tambang Emas Terbesar di Dunia, Ada di Indonesia
“Ini berarti Perusahaan nikel di Maluku Utara yang bellum menerapkan standar seperti IRMA berisiko kehilangan akses ke pasar global yang mengutamakan keberlanjutan,” jelasnya.
Dia menyebutkan, standar IRMA dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi Perusahaan nikel di Maluku Utara .
(Agus Irawan/Usk)