Investasi Asing Mengalir Deras, Jepang dan Korea Selatan Siapkan Rp570 Triliun untuk Indonesia

Investasi Jawa Barat
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani (YouTube/Kementerian Investasi dan Hilirisasi - BKPM)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terbaru terkait arus investasi asing yang masuk ke Indonesia, dengan nilai komitmen dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mencapai sekitar Rp570 triliun.

Laporan tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta. Informasi itu kemudian dikonfirmasi oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

“Presiden juga menerima laporan mengenai perkembangan komitmen investasi dari Jepang dan Korea Selatan yang mencapai sekitar Rp570 triliun,” ujar Teddy.

Realisasi Lampaui Target

Dalam pertemuan tersebut, Rosan juga memaparkan kinerja investasi nasional yang menunjukkan tren positif. Sepanjang kuartal I 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp498,79 triliun, melampaui target Rp497 triliun.

“Ini meningkat 7,22 persen secara year-on-year, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang,” kata Rosan.

Ia menjelaskan bahwa komposisi investasi antara penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) relatif seimbang, masing-masing hampir 50 persen. Nilai PMA tercatat sekitar Rp249,94 triliun.

Dari sisi persebaran wilayah, investasi juga mulai lebih merata, dengan porsi di luar Pulau Jawa mencapai 50,37 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan di Jawa sebesar 49,63 persen.

Baca Juga:

Menteri Bahlil: Bentrok Pekerja Lokal vs Asing PT GNI Perburuk Citra Iklim Investasi Hilir

Negara dan Sektor Unggulan

Rosan turut merinci lima negara dengan kontribusi investasi terbesar ke Indonesia, yakni Singapura, Hong Kong (China), China, Amerika Serikat, dan Jepang.

Sementara itu, sektor-sektor yang paling banyak menyerap investasi meliputi industri logam dasar, jasa lainnya, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, pergudangan, serta telekomunikasi.

Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja

Pemerintah menilai peningkatan investasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, investasi juga diharapkan memperluas lapangan kerja serta meningkatkan nilai tambah melalui program hilirisasi.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial