Ini Alasan di Balik Turunya Surat Al-Qadr

Surat Al-Qadr
(Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Surat Al-Qadr adalah surah dalam Al-Quran yang menyoroti pentingnya Malam Lailatul Qadr atau Malam Kemuliaan. Alasan turunnya surat ini ada dalam beberapa hadis Nabi Muhammad SAW.

Terdapat riwayat yang menyebutkan tentang seorang lelaki dari Bani Israel yang berjuang melawan orang-orang kafir selama seribu bulan tanpa henti.

Ketika Nabi Muhammad SAW menyampaikan kisah ini, para sahabat kagum dan iri terhadap ketekunan dan kesabaran lelaki dari Bani Israel tersebut.

Mereka merasa iri karena lelaki itu mampu beribadah selama seribu bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan tanpa henti.

Lelaki tersebut telah memeluk agama Islam sejak lahir, sehingga memiliki kesempatan yang lebih lama untuk beribadah kepada Allah.

Para sahabat, sebagian besar memeluk Islam pada usia 40 tahun atau lebih, karena Islam baru Nabi Muhammad SAW sampaikan pada saat itu. Oleh karena itu, mereka merasa tidak dapat menandingi ibadah lelaki dari Bani Israel tersebut.

Mendengar kisah ini, Allah menurunkan ayat-ayat surat Al-Qadr (ayat 1-3) untuk menegaskan bahwa satu malam Lailatul Qadr lebih baik daripada seribu bulan ibadah yang terus-menerus lelaki dari Bani Israel tersebut lakukan.

Surat Al-Qadr juga mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada malam Lailatul Qadr. Pahala yang diperoleh pada malam tersebut lebih besar daripada pahala seribu bulan.

Oleh karena itu, umat Islam melakukan sholat, dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berjuang di jalan Allah pada malam Lailatul Qadr. Dengan melakukan ibadah pada malam tersebut, umat Islam dapat meraih keberkahan dan pahala yang besar dari Allah SWT.

BACA JUGA : 5 Rahasia Keutamaan Doa Al Qadr di Bulan Ramadan

Sosok Pria Bani Israel

Syam’un Al Ghozi, seorang ksatria yang berjuang selama 1000 bulan, merupakan sosok yang menginspirasi dan mengagumkan. Kisahnya mencerminkan ketekunan, keberanian, dan keimanan yang luar biasa.

Syam’un Al Ghozi adalah seorang nabi yang Allah SWT utus di Tanah Romawi. Tugasnya adalah untuk menyebarkan ajaran tauhid dan melawan bangsa-bangsa yang menentang keimanan kepada Allah. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa dan tak terkalahkan, membuat musuh-musuhnya tak berdaya di hadapannya.

Di tengah perjuangannya, Syam’un Al Ghozi memiliki rambut yang sangat panjang, hingga menyentuh kaki. Ia juga menggunakan pedang yang terbuat dari tulang rahang unta, menjadi senjata yang kuat dan mematikan dalam pertempuran melawan musuh-musuhnya.

Namun, musuh-musuhnya menyadari bahwa mereka tak bisa mengalahkan Syam’un Al Ghozi secara langsung. Mereka pun merencanakan sebuah pengkhianatan dengan menghasut istri Syam’un Al Ghozi untuk membantu mereka. Dengan janji imbalan berupa emas, istri Syam’un Al Ghozi setuju untuk melaksanakan rencana jahat tersebut.

Namun, usaha mereka untuk mengikat Syam’un Al Ghozi selalu gagal. Ia mampu melepaskan diri dari setiap ikatan, bahkan rantai sekalipun. Istrinya terkesan dengan kekuatan dan ketangguhan suaminya. Ia pun bertanya mengapa suaminya begitu kuat.

Syam’un Al Ghozi menjelaskan bahwa ia adalah ciptaan Allah yang tak terkalahkan di dunia, namun ia juga mengungkapkan kelemahannya kepada istrinya. Ia mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mengalahkannya adalah dengan rambutnya sendiri.

Pada malam berikutnya, istri Syam’un Al Ghozi mengikatnya dengan rambutnya sendiri. Kali ini, ikatan tersebut tidak bisa terlepas oleh Syam’un Al Ghozi. Ia akhirnya ‘tertangkap dan diserahkan kepada pimpinan musuh untuk disiksa secara kejam.

Meskipun mengalami penyiksaan yang tragis, Syam’un Al Ghozi tidak kehilangan keimanan dan keberanian. Ia berdoa kepada Allah SWT, memohon kekuatan untuk menghancurkan musuh-musuhnya.

Allah SWT mengabulkan doanya dengan memutuskan ikatan rambut yang mengikatnya. Syam’un Al Ghozi kemudian berhasil mengalahkan semua orang kafir di sekitarnya dan merobohkan bangunan mereka.

Allah SWT menyembuhkan luka-lukanya dan mengembalikan penglihatannya. Syam’un Al Ghozi bersumpah untuk menebus dosa-dosanya dengan beribadah dan berjihad di jalan Allah selama 1000 bulan tanpa henti. Ia berkomitmen untuk terus melawan kekafiran dan menegakkan kebenaran.

 

 

(Hafidah Rismayanti/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun