Hustle Culture dan Tekanan Sosial

Hustle Culture dan Tekanan Sosial
(Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Belakangan ini, istilah hustle culture semakin lekat dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

Budaya kerja keras yang dulunya dianggap sebagai hal positif, kini berubah menjadi beban sosial yang tak terlihat. Bekerja tanpa henti, padat aktivitas, dan selalu produktif seakan menjadi tolok ukur keberhasilan.

Di era digital, media sosial memainkan peran penting dalam membentuk persepsi ini. Unggahan soal kerja lembur, rapat beruntun, atau proyek tanpa jeda kerap dilihat sebagai simbol sukses.

Di sisi lain, waktu istirahat dipandang sebagai kelemahan, dan ritme lambat dianggap tertinggal. Dalam perspektif sosiologi komunikasi, budaya ini menunjukkan bagaimana bahasa, simbol, dan media berperan dalam menciptakan tekanan sosial.

Ucapan seperti “jangan buang waktu”, “upgrade diri terus”, atau “kerja keras dulu, nikmati nanti” membentuk norma yang menekan banyak individu, hingga melupakan kebutuhan dasar mereka beristirahat, merasa cukup, dan hidup seimbang.

Baca Juga:

Fenomena Fatherless: Dampak Ketidakhadiran Ayah Terhadap Kehidupan Anak

Mengenal Kekerasan Seksual Digital: Dari Edukasi hingga Healing di “Safe and Grow”

Tak hanya itu, hustle culture juga menyimpan bias gender yang tidak selalu disadari. Perempuan kerap menghadapi tuntutan ganda sukses di luar rumah, namun tetap memegang peran domestik.

Di sisi lain, laki-laki sering merasa dituntut untuk terus aktif dan berpengaruh demi memenuhi ekspektasi maskulinitas. Hal ini memperlihatkan bahwa komunikasi sosial juga turut membentuk dan memperkuat harapan berbasis gender.

Survei Jakpat tahun 2024 menyebutkan bahwa 71% anak muda merasa belum sukses jika tidak terlihat sibuk setiap hari. Banyak di antaranya merasa cemas, kehilangan arah, bahkan menjauh dari interaksi sosial karena tekanan ini.

Pola komunikasi pun bergeser, dari ruang berbagi menjadi ajang menunjukkan diri. Melalui rilis ini, penulis ingin mengajak masyarakat untuk kembali mempertanyakan apakah sibuk selalu berarti sukses?

Sudah waktunya kita membangun budaya komunikasi yang lebih sehat yang memberi ruang jeda, menghargai proses, dan tidak menjadikan kesibukan sebagai satu-satunya ukuran nilai diri.

(Mega Rahma Adelia/ Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sosial, Bhakti Kencana University)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait

Dampak Sampah Terhadap Lingkungan

BANDUNG, SUAR MAHASISWA AWARDS — Permasalahan mengenai sampah merupakaan hal yang sangat membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak dan warga sekitar.karena untuk saat ini sampah masih

Read More »
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

2

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

3

Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dua nama besar di dunia hiburan, Titi DJ dan Thomas Djorghi, resmi...

4

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...

5

IMG_20240125_130319
Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
BANDUNG,TM.ID: Para atlet dari Kontingen Jawa Barat dari berbagai cabang olah raga (Cabor) mengikuti...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...