YOGYAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Minggu (15/2) malam hingga Senin (16/2) memicu terjadinya tanah longsor dan kerusakan fasilitas di banyak lokasi.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD DIY per Selasa (17/2) pukul 00.00 WIB, cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban luka ringan, serta pengungsian warga di sejumlah daerah.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi hampir merata di seluruh wilayah DIY dan memicu kejadian tanah longsor serta cuaca ekstrem di banyak titik. Data yang masuk masih bersifat sementara dan terus diperbarui,” tulis laporan resmi Pusdalops BPBD DIY.
Di Kota Yogyakarta, longsor dan dampak cuaca ekstrem tercatat terjadi di tujuh lokasi yang tersebar di empat kemantren, yakni Kraton, Ngampilan, Gondokusuman, dan Mergangsan. Kerusakan meliputi empat rumah, satu kantor kelurahan, satu mobil, satu rumpun bambu, serta satu titik aliran sungai. BPBD mencatat empat orang mengalami luka ringan dan 16 warga mengungsi.
“Korban luka sebanyak empat orang dengan kategori luka ringan, serta 16 jiwa terpaksa mengungsi akibat dampak longsor dan kerusakan rumah,” demikian laporan Pusdalops BPBD DIY.
Baca Juga:
Hujan Lebat Akibatkan Tanah Longsor dan Banjir di Natuna
Sementara itu, di Kabupaten Sleman, bencana longsor dan cuaca ekstrem terjadi di 25 titik yang tersebar di tujuh kapanewon, meliputi Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan, dan Gamping. Kerusakan mencakup delapan unit rumah, dua fasilitas pemerintah, satu pondok pesantren, satu kandang ternak, dua akses jalan, satu titik jaringan listrik, satu jaringan internet, satu papan reklame, 12 titik pohon tumbang, serta satu papan penunjuk arah.
Di wilayah Kabupaten Bantul, longsor terjadi di Kecamatan Kasihan yang mengakibatkan kerusakan fasilitas Bandiklat Gunung Sempu serta satu unit rumah warga.
Adapun di Kabupaten Gunungkidul, longsor dan cuaca ekstrem melanda tujuh lokasi di enam kecamatan, yakni Wonosari, Karangmojo, Tepus, Patuk, Ponjong, dan Panggang. Dampaknya meliputi rumah rusak dan terancam, jembatan, talud longsor, jaringan listrik dan internet, akses jalan, kandang ternak, kamar mandi, pohon tumbang, hingga aliran sungai. Estimasi kerugian ditaksir mencapai Rp21 juta.
Sementara itu, di Kabupaten Kulon Progo, longsor dan cuaca ekstrem terjadi di 19 titik yang tersebar di Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Panjatan, dan Sentolo. Kerusakan meliputi delapan rumah, 11 akses jalan, jaringan listrik, jaringan internet, satu irigasi, serta satu titik pohon tumbang.
“Seluruh data ini masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring pendataan lanjutan di lapangan,” tutup laporan BPBD DIY.











