JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID – Genangan air di sejumlah ruas jalan Jakarta menyebabkan layanan bus Transjakarta dan Mikrotrans mengalami pengalihan rute sejak Sabtu pagi (31/1/2026). Ketinggian air yang mencapai 30 hingga 40 sentimeter membuat armada tidak dapat melintas normal demi menjaga keselamatan penumpang.
Dalam keterangan resminya, Transjakarta mencatat hingga pukul 10.00 WIB terdapat tiga rute yang terdampak genangan. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan yang terjadi.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan aplikasi TJ: TransJakarta guna memantau posisi bus secara real time serta memperoleh pembaruan informasi melalui media sosial resmi Transjakarta,” ujar Ayu.
Transjakarta juga mengingatkan pelanggan agar menyesuaikan rencana perjalanan dan terus memantau perkembangan cuaca yang berpotensi memengaruhi operasional layanan.
Adapun rute yang mengalami pengalihan antara lain:
- Rute JAK.05 (Semper–Rorotan) dialihkan sejak pukul 05.54 WIB akibat genangan setinggi 40 cm di Jalan Madya Kebantenan.
- Rute JAK.78A (Benda–Cengkareng Timur) dialihkan sejak pukul 06.25 WIB. Untuk arah Benda, armada diarahkan masuk dan keluar tol menyusul genangan setinggi 30 cm di depan pintu masuk Cengkareng Business City (CBC).
- Rute 3E (Puri Kembangan–Sentraland Cengkareng) dialihkan sejak pukul 07.45 WIB akibat genangan di Jalan Gunung Merapi. Untuk sementara, rute ini tidak melayani Halte Royal Palm 1 hingga Taman Palm 1 di kedua arah.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan hingga pukul 11.00 WIB masih terdapat lima RT di Jakarta Utara yang terendam banjir, dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 45 sentimeter. Banjir tercatat melanda satu RT di Kelurahan Kapuk Muara dan empat RT di Kelurahan Marunda. Selain permukiman, satu ruas jalan juga terpantau tergenang.
BPBD mencatat genangan terjadi di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, dengan ketinggian air sekitar 15 cm. Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang disertai pasang air laut (rob).
Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi. Di Jakarta Timur, warga Kelurahan Kampung Melayu mengungsi di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 dengan total 66 kepala keluarga atau 187 jiwa. Sementara di Jakarta Utara, pengungsi di Kelurahan Marunda menempati Masjid Nurul Jannah dengan jumlah 20 KK atau 40 jiwa.











