Garmin Quatix 8, Jam Tangan Pintar yang Bisa Atur Kapal dan Musik Sekaligus

Garmin Quatix 8 (Foto: Garmin Indonesia)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Garmin Indonesia resmi melabuhkan generasi terbaru smartwatch maritim mereka ke tanah air lewat Garmin quatix 8. Bukan jam tangan pintar biasa, seri ini jelas ditujukan untuk mereka yang hidupnya lebih banyak di atas kapal atau di pinggir pantai ketimbang di darat.

Hadir dalam dua ukuran 47mm dan 51mm quatix 8 membawa sederet peningkatan yang siap dipakai di laut, tapi tetap keren dipakai saat nongkrong di kafe.

Garmin membalutnya dengan bezel titanium yang ringan tapi kuat, lensa safir anti gores, dan layar AMOLED 1,4 inci yang tetap terang meski kena pantulan cahaya matahari di tengah laut.

Ada sensor cahaya bawaan yang bikin tampilan otomatis menyesuaikan, serta tombol logam tahan bocor dan sensor guard baru untuk memastikan perangkat tetap andal meski dibawa menyelam hingga 40 meter.

Standar ketahanan MIL-STD-810 pun sudah dikantongi, artinya jam ini nggak takut suhu ekstrem atau guncangan keras.

Yang bikin dia istimewa tentu fitur maritimnya. Lewat perintah suara berbasis Bluetooth, quatix 8 bisa mengendalikan Garmin chartplotter langsung dari pergelangan tangan.

Baca Juga:

Garmin Epix Pro, Jam Tangan Pintar Tangguh di Segala Medan

Mau menandai titik mancing, memantau kecepatan angin, kedalaman air, atau bahkan mengatur musik di sistem hiburan Fusion semua bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan kemudi. Aplikasi seperti tide alerts, anchor drag, tack assist, dan regatta timer juga siap membantu pelayaran dan lomba perahu layar.

Garmin juga menambahkan speaker dan mikrofon bawaan yang dapat membantu pengguna untuk menjawab panggilan atau membalas pesan teks langsung dari jam, bahkan saat tangan basah atau cuaca sedang tidak bersahabat. Tinggal ngomong ke asisten suara di smartphone, urusan komunikasi beres.

Baterainya tahan lama, 16 hari untuk model 47mm dan sampai 29 hari untuk model 51mm. Dan meski fokusnya di laut, Garmin tetap menyelipkan fitur kebugaran dan kesehatan untuk aktivitas darat seperti lari, gym, atau hiking.

Bicara harga, Garmin quatix 8 memang tidak untuk kantong tipis. Model 47mm AMOLED dibanderol Rp 19.799.000, sedangkan model 51mm AMOLED dilepas Rp 21.599.000.

Tersedia di Garmin Brand Store seluruh Indonesia dan Garmin Official Store online, jam ini jelas bukan sekadar aksesoris ini alat kerja, teman petualangan, dan sedikit pamer status sosial di pergelangan tangan.

(Daniel Oktorio Saragih-Ilmu Komunikasi Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City