Film Kaka Boss Diisukan Diboikot di Timur, Respon Mamat Alkatiri Bikin Ketar-ketir Netizen!

Film Kaka Boss Diisukan Diboikot di Timur, Respon Mamat Alkatiri Bikin Ketar-ketir Netizen!
(imajinari)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Film Kaka Boss masih jadi incaran buzzer di media sosial. Mereka sibuk memainkan isu Kaka Boss diboikot di Indonesia bagian Timur imbas partisipasi Arie Kriting, Abdur Arsyad dan Mamat Alkatiri dalam demo revisi UU Pilkada beberapa waktu lalu.

“Ada satu dua orang timur berbicara di TikTok seolah-olah saya, Arie Kriting, dan Abdur dibenci di wilayah timur dan film Kaka Boss diboikot di timur,” ungkap Mamat Alkatiri dalam sebuah utas di platform X, Sabtu (14/9/2024).

Tayang sejak 29 Agustus 2024, film Kaka Boss masih bertahan di bioskop sampai saat ini. Namun, jumlah penontonnya memang belum tembus 1 juta.

“Per hari Sabtu, 700 ribu,” kata Mamat Alkatiri.

Data itu lah yang kemudian dijadikan alat buzzer menyerang tim produksi Kaka Boss. Salah satu dari mereka bahkan menyebut total pencapaian film Kaka Boss di bioskop sebagai karma karena melawan kebijakan pemerintah.

Oleh Mamat Alkatiri, cuitan para buzzer balik direspons dengan data. Setahu Mamat, 700 ribu penonton adalah angka yang terbilang besar untuk sebuah film.

“700 ribu itu sepi? Kalau nggak paham film, nggak usah bacot,” tutur Mamat Alkatiri.

Mamat turut menepis isu pemboikotan film Kaka Boss di wilayah Indonesia timur. Dari data yang Mamat miliki, jumlah penonton terbesar malah datang dari sana.

“Full seat terus kok di wilayah timur. Ada kemarin bahkan rombongan naik kapal dari Nabire ke Jayapura untuk nonton. Mana boikot di wilayah timur?” tanya Mamat Alkatiri.

Pernyataan Mamat Alkatiri didukung komika lain, Mo Sidik. Film dengan jumlah penonton sebanyak Kaka Boss, menurut Mo Sidik, jauh dari kategori karya yang terkena boikot seperti klaim para buzzer.

“Kalau film diboikot itu, yang nonton cuma 2 ribu. Kalau sampai 500 ribuan mah, itu namanya ditonton dan disukai khalayak ramai,” kata Mo Sidik, membalas salah satu utas Mamat Alkatiri.

BACA JUGA: Seperti Film Agak Laen, Ernest Rilis Film Kaka Boss di Tengah Tensi Politik

Pemilik akun X Guntur Kesuma ikut memberikan komentar serupa dengan Mo Sidik. Ia meyakini bahwa tak perlu sampai 1 juta penonton untuk film Kaka Boss dilabeli sebagai salah satu karya yang sukses di bioskop.

“Film itu kalau udah lebih dari 500 ribu penonton, itu termasuk sukses. Apalagi film Kaka boss ini sangat menarik, bisa jadi pendobrak orang-orang kreatif di Indonesia timur untuk berani dan percaya diri membuat karya berdasarkan budayanya. Aneh aja ada orang timur yang nyinyir ini film,” ucap akun tersebut.

 

(Kaje)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City