Fenomena Kidulting, Jalan Alternatif Orang Dewasa untuk Menjaga Kewarasan

Kidulting
Ariel Noah. (YouTube/Ariel Noah)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pernah merasa ingin kembali memainkan robot, menonton kartun di Minggu pagi, atau membeli mainan yang dulu jadi favorit masa kecil? Jika iya, kamu tidak sendirian. Fenomena ini dikenal dengan istilah Kidulting, tren yang kini semakin banyak dilakukan oleh orang dewasa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Apa Itu Kidulting?

Secara sederhana, Kidulting merupakan gabungan dari dua kata: kid (anak-anak) dan adult (dewasa). Istilah ini menggambarkan aktivitas “kekanak-kanakan” yang dilakukan orang dewasa secara sadar untuk mencari kesenangan, nostalgia, atau sekadar menenangkan diri dari tekanan hidup.

Dari merakit Lego, menonton kartun lama, hingga mengoleksi mainan vintage—Kidulting bukan sekadar hobi, melainkan bentuk pelarian emosional yang positif di tengah rutinitas yang padat.

Psikolog klinis dr. Rani Maharani menjelaskan, bahwa Kidulting bisa menjadi mekanisme coping yang sehat, selama dilakukan secara proporsional.

“Kidulting bukan berarti seseorang kekanak-kanakan secara emosional. Sebaliknya, ini bisa menjadi cara dewasa untuk mengatur emosi dan menurunkan stres tanpa membahayakan diri sendiri,” ujarnya.

Tren yang Meningkat di Kalangan Milenial dan Gen Z

Data dari Google Trends menunjukkan peningkatan signifikan dalam pencarian terkait aktivitas seperti adult coloring books, action figure collections, hingga DIY mainan, terutama sejak masa pandemi.

Selama periode tersebut, banyak orang menghabiskan waktu di rumah dan mencari cara sederhana untuk mengatasi kebosanan, kecemasan, dan stres. Kini, kebiasaan itu justru berkembang menjadi tren gaya hidup yang berkelanjutan.

Generasi Milenial dan Gen Z menjadi kelompok paling aktif dalam fenomena Kidulting ini. Mereka tidak segan membelanjakan uang untuk hal-hal yang membawa nostalgia masa kecil. Mulai dari membeli console retro, boneka koleksi, hingga menonton ulang film animasi klasik seperti Dragon ball atau Doraemon.

Menurut survei global dari Statista (2024), lebih dari 60% orang dewasa muda mengaku masih menikmati aktivitas yang identik dengan anak-anak, karena memberi rasa aman, bahagia, dan membantu mereka menghadapi tekanan hidup modern.

Mengapa Kidulting Bisa Menyehatkan Mental

Aktivitas yang menyenangkan secara psikologis dapat memicu pelepasan dopamin dan endorfin, hormon yang meningkatkan suasana hati.

Dengan bermain atau berkreasi seperti anak-anak, otak mendapat kesempatan untuk beristirahat dari tekanan pekerjaan dan tanggung jawab sosial yang berat.

“Selama aktivitas itu tidak mengganggu kewajiban utama seperti pekerjaan atau keluarga, Kidulting justru bisa memperkuat keseimbangan hidup dan meningkatkan produktivitas,” tambah dr. Rani.

Contoh Aktivitas Kidulting yang Populer

Beberapa bentuk Kidulting yang kini banyak dilakukan antara lain:

  • Merakit Lego, puzzle 3D atau mainan seperti Gundam
  • Mengoleksi mainan vintage atau boneka karakter klasik
  • Menonton film kartun atau anime nostalgia
  • Memainkan video game retro seperti Super Mario atau Crash Bandicoot
  • Piknik sambil membawa mainan masa kecil atau camilan nostalgia

Lebih Dari Sekadar Tren

Kidulting kini tidak lagi dianggap aneh. Justru, ia menjadi simbol bahwa menjadi dewasa tidak harus selalu serius. Ada kalanya kita perlu “bermain” untuk kembali mengingat sisi polos dan bahagia dari diri sendiri.

Seperti kata pepatah, growing up is optional, staying young at heart is essential.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City