Fenomena Bullying di Era Digital, Ternyata Lebih dari Sekadar Ejekan

Bullying Era Digital (Freepik)
Ilustrasi: Bullying di Era Digital (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, kasus bullying justru semakin sering terjadi, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Fenomena ini seolah menjadi cermin bahwa empati manusia perlahan mulai memudar. Padahal, satu kata yang salah bisa meninggalkan luka yang tak terlihat, tapi sangat terasa.

Lebih dari Sekadar Ejekan

Bullying bukan hanya soal kekerasan fisik. Ia bisa datang lewat kata-kata tajam, candaan yang merendahkan, atau perlakuan yang mengucilkan seseorang dari lingkungannya.

Di era media sosial, bentuknya bahkan semakin kompleks, mulai dari komentar jahat, penyebaran foto tanpa izin, hingga sindiran di kolom komentar.

Banyak korban memilih diam. Mereka tampak tegar di luar, namun menyimpan luka di dalam. Tidak jarang, dampaknya meluas seperti menurunnya semangat belajar, kehilangan rasa percaya diri, gangguan kecemasan, bahkan depresi yang berkepanjangan.

Mengapa Bullying Terjadi?

Ada banyak penyebab di balik perilaku bullying. Beberapa pelaku melakukannya untuk mencari perhatian, menunjukkan kekuasaan, atau sekadar mengikuti tekanan kelompok.

Sementara itu, masyarakat yang masih menganggap ejekan sebagai “candaan biasa” justru memperparah situasi.

Di dunia digital, bullying bahkan lebih sulit dikendalikan. Hanya dengan satu unggahan, pelaku bisa mempermalukan seseorang di hadapan ribuan orang, dan berbeda dengan luka fisik, jejak digital sulit benar-benar hilang.

Menurut Dr. Lina Miftahul Jannah, dosen Universitas Indonesia, cyberbullying tergolong sebagai segala bentuk perilaku yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain melalui interaksi digital.

Ia menegaskan bahwa dasar utamanya adalah karena masyarakat tidak memiliki literasi digital yang baik. Pernyataan ini menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran dan kemampuan menggunakan teknologi dengan bijak menjadi akar dari banyak kasus perundungan digital.

Diam Bukan Berarti Aman

Salah satu kesalahan terbesar dalam menghadapi bullying adalah memilih diam, termasuk di era digital saat ini. Sikap pasif justru membuat perilaku itu terus berkembang.

Ketika kita melihat seseorang diperlakukan tidak adil, keberanian untuk menegur, melapor, atau sekadar memberi dukungan bisa menjadi bentuk perlawanan yang berarti.

Kita semua punya peran, baik sebagai teman, guru, keluarga, maupun pengguna media sosial. Tidak harus menjadi pahlawan, cukup jadi manusia yang peduli.

BACA JUGA

Mahasiswa Unud yang Terlibat Perundungan Kematian Timothy Terancam DO

Tekan Kekerasan di Sekolah, Pemkot Bandung Luncurkan Program Zero Bullying untuk SD dan SMP

Bangun Budaya Empati

Solusi jangka panjang untuk menghapus bullying adalah dengan menumbuhkan budaya empati. Mengajarkan anak muda untuk memahami perasaan orang lain, berhenti menilai dari penampilan, dan belajar menahan diri sebelum menulis komentar di media sosial.

Semua pihak perlu mengingat bahwa setiap orang sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Sedikit kebaikan bisa memberi harapan besar bagi yang terluka.

(Risdawati/Magang UNLA/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

KTP Warga Israel
CEK FAKTA: KTP Warga Israel Beralamat di Cianjur
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Beredarnya foto KTP elektronik atas nama warga negara Israel yang beralamat...

2

Desa Cisaat Subang
Menjelajah Desa Cisaat Subang, Saat Budaya dan Alam Menjadi Ruang Belajar Wisatawan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Udara pegunungan Ciater menyapa lembut begitu kaki menjejak Desa Cisaat....

3

Menu sahur
4 Menu Sahur Sehat dan Praktis untuk Anak
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sahur merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebelum menjalankan...

4

IMG_4523
LLDIKTI Jabar Angkat Bicara Soal Polemik Universitas Bandung
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Problematika Universitas Bandung atau Bandung University akibat terhambatnya...

5

siswi digunduli cianjur
Viral Siswi SD Cianjur Digunduli Guru, KPAI Angkat Bicara!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merespons terkait viral siswi...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...