BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, terus menunjukkan tren positif di level dunia. Berdasarkan daftar peringkat terbaru Federasi Badminton Dunia (BWF) yang dirilis pekan lalu, duet Merah Putih itu resmi naik ke peringkat 6 dunia.
Kenaikan tersebut tidak lepas dari keberhasilan Fajar/Fikri lolos ke turnamen pamungkas akhir tahun, BWF World Tour Finals 2025. Hasil tersebut membuat mereka melonjak dua tingkat dengan total 74.390 poin, sekaligus menjadikan Fajar/Fikri sebagai pasangan ganda putra Indonesia dengan peringkat tertinggi saat ini.
Peningkatan juga ditorehkan pasangan Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Duet semifinalis BWF World Tour Finals 2025 itu naik dua tingkat ke posisi 8 dunia dengan raihan 70.300 poin.
Sebagai peraih medali emas SEA Games Thailand 2025, Sabar/Reza diharapkan mampu menjaga konsistensi performa pada musim depan dan menjadi salah satu tulang punggung ganda putra Indonesia di berbagai turnamen bergengsi.
Sementara itu, peringkat 1 dunia masih kokoh ditempati pasangan juara dunia asal Korea Selatan, Seo Seung Jae/Kim Won Ho, dengan koleksi 121.255 poin. Di bawahnya, pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik menempati posisi kedua dengan 92.450 poin.
Baca Juga:
Chemistry Dadakan, Fajar/Fikri Tembus Final China Open 2025
Posisi ketiga dunia dihuni pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan 85.250 poin. Sementara runner-up BWF World Tour Finals 2025 asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, naik satu tingkat ke peringkat 4 dunia dengan 79.826 poin.
Pasangan Malaysia Man Wei Chong/Tee Kai Wun harus turun satu tingkat ke posisi 5 dunia dengan 79.233 poin. Wakil Malaysia lainnya, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani, berada di peringkat 7 dunia dengan 73.630 poin.
Melengkapi daftar 10 besar dunia, terdapat pasangan China Cheng Bo Yang/Liu Yi di posisi 9 dengan 66.942 poin, serta duet veteran Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di peringkat 10 dengan 66.201 poin.
Jika Anda ingin, saya bisa lanjutkan dengan 3 judul alternatif, tag, dan meta description, atau mengubahnya menjadi versi analisis kekuatan ganda putra Indonesia jelang musim 2026.
(Budis)










