KOLAKA,TEROPONGMEDIA.ID – Dua pekerja tambang nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh tenaga kerja asing (TKA) asal China. Insiden tersebut terjadi usai korban menanyakan persoalan gaji di lokasi proyek PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).
Kapolres Kolaka AKBP Yudha Widyatama Nugraha mengatakan, polisi telah mengamankan empat TKA asal Tiongkok yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
“Saat ini total empat pekerja TKA sudah kami tangkap,” ujar Yudha, dikutip dari detik.com, Jumat (30/1/2026).
Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (28/1) siang. Yudha menjelaskan, kejadian bermula saat dua pekerja lokal mendatangi pengawas yang merupakan warga negara asing untuk menanyakan gaji mereka. Namun, pembicaraan tersebut berujung cekcok hingga berujung aksi pengeroyokan.
“Dua korban menanyakan gaji ke pengawas WNA, kemudian terjadi cekcok dan berlanjut pada pengeroyokan,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, kedua pekerja lokal mengalami luka robek di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, keempat TKA langsung diamankan ke Mapolres Kolaka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban mengalami luka robek di kepala karena dikeroyok empat WNA tersebut. Para pelaku sudah kami amankan,” kata Yudha.
Baca Juga:
Purbaya Bakal Telusuri Izin Bandara IMIP Morowali
Pihak kepolisian bersama perusahaan dan masyarakat setempat juga telah menggelar pertemuan pascakejadian. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kasus pengeroyokan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Sudah ada kesepakatan bahwa proses hukum terhadap empat TKA tetap berjalan,” tegas Yudha.
Selain itu, pihak perusahaan menyatakan akan bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban. Bahkan, perusahaan juga berjanji akan merekrut kedua korban sebagai pegawai tetap.
“Perusahaan akan membantu pengobatan korban dan menjanjikan pengangkatan sebagai pegawai tetap,” tambahnya.
Kapolres Kolaka pun mengimbau seluruh elemen masyarakat dan tenaga kerja di wilayah Kolaka untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.
“Kami mengajak semua pihak menjaga kondusivitas di Kabupaten Kolaka,” pungkasnya.
