BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Elijah Just mengaku bangga bisa mencatatkan sejarah bersama Selandia Baru di Piala Dunia 2026, tetapi perasaan tersebut belum mampu menghapus kekecewaannya setelah timnya gagal mengamankan kemenangan saat menghadapi Iran pada laga pembuka Grup G.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Selandia Baru sempat dua kali memimpin berkat dua gol yang dicetak Just. Namun keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan setelah Iran berhasil membalas melalui Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebbi sehingga laga berakhir imbang 2-2.
Hasil tersebut membuat All Whites kembali harus puas dengan satu poin. Menariknya, Selandia Baru kini tercatat selalu bermain imbang dalam empat pertandingan Piala Dunia terakhir mereka, setelah sebelumnya menelan kekalahan di tiga laga pertama dalam sejarah penampilan mereka di ajang tersebut.
Meski gagal membawa tim meraih kemenangan, Elijah Just tetap mencatatkan prestasi membanggakan. Ia menjadi pemain pertama Selandia Baru yang mampu mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Pemain berusia 25 tahun itu mengaku momen tersebut akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah dilupakannya sepanjang hidup.
“Ini adalah kenangan yang akan selalu saya ingat sepanjang hidup. Rasanya luar biasa. Saya bahkan tidak pernah membayangkan bisa mencetak gol di Piala Dunia, jadi bisa mencetak dua gol adalah sesuatu yang sangat istimewa,” ujar Just.
Ia menambahkan bahwa target awal tim berhasil tercapai dengan meraih poin pertama di turnamen tersebut. Namun, menurutnya Selandia Baru seharusnya mampu membawa pulang kemenangan setelah dua kali berada di posisi unggul.
“Kami memiliki banyak target di turnamen ini, dan salah satunya adalah mendapatkan poin pertama. Jadi satu poin tentu menjadi hal positif, tetapi kami juga merasa kecewa karena sebenarnya kami memiliki peluang besar untuk mendapatkan tiga poin,” lanjutnya.
Just juga menegaskan bahwa ambisi Selandia Baru di Piala Dunia 2026 tidak berhenti hanya dengan tampil kompetitif. Ia dan rekan-rekannya ingin melangkah lebih jauh dengan lolos dari fase grup.
“Kami sangat kecewa gagal tampil di Piala Dunia sebelumnya, sehingga bisa berada di sini adalah perasaan yang luar biasa. Namun target kami adalah lolos dari babak grup, sehingga hasil imbang ini terasa sedikit mengecewakan karena kami yakin seharusnya bisa meraih kemenangan,” tutupnya.
Hasil imbang tersebut membuat persaingan di Grup G masih terbuka lebar. Seluruh tim sama-sama mengoleksi satu poin sehingga peluang Selandia Baru untuk melaju ke fase gugur masih sangat terbuka pada dua pertandingan berikutnya.