Efek Viral di TikTok, Cilok Jadul di Kavaleri Parongpong Diserbu Pembeli Saat Ngabuburit

(foto: TikTok/@kitakabita)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Suasana sore menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Lapangan Kavaleri Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tampak ramai ketika antrean pembeli memadati gerobak sederhana milik pedagang cilok Dedi Mulyana (32) yang menjajakan “Cilok Jadul” di tepi lapangan rumput luas dengan latar pegunungan Burangrang dan Tangkuban Parahu.

Pedagang yang menjajakan dagangan dengan nama “Cilok Jadul” itu tampak sibuk melayani pesanan pembeli yang terus berdatangan sejak pukul 15.00 WIB. Di tengah antrean yang sebagian besar diisi perempuan, mulai dari gadis hingga ibu-ibu, Dedi dengan gesit membungkus cilok yang baru diangkat dari baskom besar.

Dengan menggunakan sendok besar, ia menyiduk cilok dari dalam baskom lalu memasukkannya ke dalam plastik bening. Setelah itu, cilok ditaburi bawang goreng dan disiram bumbu sebelum plastik diikat rapat agar tidak tumpah saat dibawa pembeli.

Baca Juga:

Mengingat Kembali Jajanan Jadul 90an Ini!

Aroma khas bumbu cilok yang berpadu dengan harum bawang goreng tercium di sekitar lokasi, sementara angin sejuk dari kawasan perbukitan Parongpong menambah kenyamanan para pengunjung yang menunggu pesanan mereka.

“Biasanya paling ramai sekitar jam lima sore,” kata Dedi saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, dalam kondisi ramai satu pembeli bisa memesan hingga sembilan sampai sepuluh bungkus sekaligus. Bahkan berdasarkan pengamatan, baskom besar cilok bisa habis hanya dalam waktu sekitar 35 menit.

Pada hari biasa di selain bulan Ramadhan, ia hanya berjualan pada akhir pekan di kawasan Kampung Gajah. Namun selama Ramadan, ia memilih berjualan setiap hari di Lapangan Kavaleri Parongpong untuk melayani pembeli yang datang ngabuburit dan berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.

Ia mengatakan bahwa popularitas dagangannya meningkat setelah beberapa pembeli mengunggah pengalaman mereka membeli cilok tersebut di media sosial.

Menurut dia, unggahan di platform berbagi video pendek TikTok cukup berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah pembeli yang datang ke lapaknya.

“Efek TikTok sangat terasa. Banyak yang datang karena lihat di TikTok,” kata Dedi.

Ia mulai berjualan di lokasi tersebut sejak Ramadan tahun lalu. Setiap hari, Dedy membuka lapaknya dari pukul 15.00 hingga sekitar pukul 18.00 WIB atau menjelang waktu maghrib.

Jika stok cilok yang dibawanya habis, ia biasanya menambah persediaan yang tersimpan dalam tas besar agar tetap bisa melayani pembeli yang masih berdatangan.

Di antara para pembeli yang mengantre, sebagian mengaku mengetahui keberadaan lapak cilok tersebut dari media sosial.

Salah seorang pembeli mengatakan dirinya tertarik membeli setelah melihat rekomendasi di media sosial dan karena rasa cilok yang dinilai enak.

“Saya tahu dari sosmed. Rasanya enak juga, biasanya kalau beli dua bungkus,” kata pembeli yang tidak ingin menyebutkan identitasnya.

Ia mengatakan biasanya datang sekitar pukul 16.30 WIB, saat antrean mulai ramai dan waktu menunggu pesanan bisa mencapai sekitar 15 menit.

Pembeli lainnya, Melati (28), mengatakan ia tertarik mencoba karena tampilan cilok yang dijual terlihat menyerupai cilok tradisional yang dulu sering ditemui.

“Kelihatannya seperti cilok jadul, rasanya juga enak. Saya baru dua kali beli di sini,” katanya.

Sementara itu, suasana di sekitar lokasi lapak cilok tersebut tampak semakin ramai menjelang sore. Sejumlah orang terlihat berjalan santai di sekitar area lapangan, sementara anak-anak dan remaja bermain sepak bola di hamparan rumput hijau yang luas di belakang tempat berjualan.

Keramaian pengunjung yang datang untuk berburu takjil menjelang berbuka puasa menjadikan lapak “Cilok Jadul” milik Dedi sebagai salah satu titik keramaian di kawasan Parongpong selama bulan Ramadan.


(Magang_UIN Sunan Gunung Djati/Muhammad Dewa Egi Maulana)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City