Dunia Perairan Dihadapkan Tantangan Besar Capai Target 40 Persen di 2029

Dunia Perairan Dihadapkan Tantangan Besar
(Direktur Eksekutif Perpamsi, Subekti (Rizky Iman/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Ditengah kesulitan air di Indonesia Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) mengaku, dihadapkan tantangan besar mencapai target ambisius pemerintah terkait akses air minum aman.

Hal tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan misi asa cita Presiden RI Prabowo Subianto, dimana salah satu target utamanya yakni meningkatkan cakupan layanan air minum perpipaan dari 22 persen (2024) menjadi 40 persen pada 2029.

“Jika pencapaian 22 persen ini memakan waktu lebih dari 70 tahun, maka mengejar tambahan 18 persen dalam lima tahun membutuhkan kecepatan luar biasa. BUMD Air Minum (AM) bukan hanya harus berjalan cepat, tetapi harus ‘berlari’,” kata Direktur Eksekutif Perpamsi Subekti, Jumat (14/2/2025).

Namun, Subekti menegaskan, jangankan berlari. Berjalan pun, PDAM atau BUMD AM masih terseok-seok sebab berbagai tantangan. Persoalan yang mengemuka, tidak lebih besar dari persoalan yang berada di bawah permukaan.

“Seperti tarif belum full atau cost recovery (FCR), angka kehilangan air atau non revenue water (NRW) yang masih tinggi, kurangnya ketersediaan sumber air, pencemaran sumber air baku, perubahan iklim dan lain-lain,” ucapnya.

Menurutnya, BUMD AM pun harus dihadapkan dengan tantangan lainnya yakni regulasi. Sedikitnya ada tiga produk hukum yang memberatkan untuk mengejar angka 40 persen tersebut.

Padahal, lanjut Subekti, tanpa tali pengikat tersebut, BUMD AM pun masih harus berjuang menghadapi tantangan eksternal.

“Pertama adalah Permen PUPR No.3/2023, dimana mengatur tata cara perizinan sumber daya air, tetapi memberikan sanksi administratif yang berlaku surut sejak 1 November 2019. Hal ini bertentangan dengan prinsip hukum yang berlaku umum di Indonesia,” ujarnya

Produk hukum kedua, kata Subekti yakni Permen ESDM No.14/2024. Permen tersebut menghilangkan kewajiban swasta untuk mendapatkan rekomendasi dari BUMD AM sebelum melakukan pengeboran air tanah.

Akibat dari hal tersebut, BUMD AM kehilangan kontrol atas sumber daya yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka.

Hal tersebut juga membuka peluang bagi eksploitasi air tanah yang tidak terkendali, dan menyebabkan potensi naiknya muka air laut.

“Jadi pada hakikatnya, penghilangan syarat rekomendasi BUMD AM ini menghilangkan kesempatan pemerintah untuk melayani lebih banyak masyarakat yang membutuhkan air bersih. Dampak dari ekplorasi air tanah yang berlebihan sudah terjadi penurunan permukaan air tanah, yang berakibat pada intrusi air laut di beberapa daerah pesisir tanah air,” katanya

Terakhir, Subekti menambahkan adalah PP No.5/21 tentang pembatasan pengambilan air tanah hingga 20 persen dari potensi mata air yang tersedia sebagaimana diatur PP 5/2021 turut menambah beban operasional BUMD AM.

BACA JUGA: Berpotensi Jadi Sarang Nyamuk, Dinkes DKI Ingatkan Warga Untuk Bersihkan Genangan Air

Batasan tersebut dinilai tidak memperhitungkan kebutuhan nyata masyarakat khususnya di daerah yang sangat bergantung pada layanan air bersih perpipaan. Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat terancam terganggu.

“Dampaknya jelas pelayanan air minum bagi jutaan penduduk akan terganggu. Ketentuan ini juga menciptakan ketidakpastian bagi BUMD AM yang pada akhirnya berdampak pada kualitas layanan. Dengan keterbatasan akses terhadap sumber air baku, kami pun terpaksa mencari alternatif yang sering kali lebih mahal dan kurang efisien,” pungkasnya.

 

(Rizky Iman/Usk)

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun