Dr Ning Ungkap Alasan Sebenarnya Keluar IDI

Dr Ning Ungkap Alasan Sebenarnya Keluar IDI
Ilustrasi - Dr Ning Ungkap Alasan Sebenarnya Keluar IDI. (Sccreenshot Youtube @drtonysetiobudi)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TM.ID:  Dokter spesialis penyakit dalam RA Adaninggar Primadia Nariswari yang biasa disapa Dokter Ning  belum lama ini sempat ramai diperbincangkan di dunia media sosial karen keputusannya keluar sebagai  pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dr Ning Mundur dari IDI

Kabar pengunduran diri itu disampaikan oleh Ning melalui unggahan instagramnya @drningz. Berdasarkan penjelasan Ning, dirinya didiskriminasi oleh para oknum anggota IDI usai melakukan diskusi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait RUU Kesehatan.

BACA JUGA : Menkes Perintahkan Tindak Tegas Oknum Bullying Dokter Residen

“Pesan untuk para dokter. Selama masih ingin bebas berpendapat, berdemokrasi, jangan mau jadi pengurus OP ya karena jika jadi pengurus OP nanti Ga boleh beda pendapat, Ga boleh mendukung pemerintah, LEGAL menjadi objek bullyan kalo anda beda pendapat,” ujar Ning mengutip unggahannya, pada Jum’at, (30/7/2023).

Ning mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui jika pengurus OP tidak boleh berbeda pendapat dan layak untuk dibully bila berbeda pendapat.

“Karena setahu sy tidak ada larangan beda pendapat di AD/ART OP,” tulisnya.

“Sebagai dokter yang gak mudah begitu saja ikut arus, sejak awal saya netral sambil mengikuti dan mempelajari perspektif dokter dan pemerintah,” sambungnya.

Diskusi Dr Ning dan Dr Tony tentang IDI

Ning menceritakan bahwa permasalahan bermula saat dirinya dan beberapa influencer diundang Kemenkes RI tepatnya oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Menkes BGS) untuk bersilaturahmi pada Kamis, (6/4/2023).

Menurut penjelasannya, undangan itu tak khusus untuk membahas RUU Kesehatan. Namun, mengingat RUU Kesehatan tengah hangat-hangatnya, maka diskusi terkait RUU Kesehatan pun terjadi.

“Sebenarnya kesempatan banget karena kami bisa membawa suara keresahan kami terkait RUU ini. Alhasil, kami lega dengan semua penjelasan yang diberikan Pak Menkes dan kami sepakat akan terus memberikan masukan supaya RUU ini menjadi lebih baik,” kata Ning sebelum UU Kesehatan disahkan.

Ning mengaku bahwa pemantik yang membuat suasana menjadi panas adalah karena postingan instagramnya yang memuji sosok pak Menkes.

“Ini opini pribadi saya menilai sosok seorang menkes, lho,” ungkap ning pada Dr Tony seperti dikutip dari youtube @dr tony setiobudi, Sabtu (15/7/2023).

Karena postingan tersebut, kata dia, ada oknum anggota IDI yang menggiring isu bahwa saya berkhianat.
Seperti diketahui ada pro kontra IDI dan pemerintahan mengenai UU Kesehatan.

“Saya dianggap pengkhinat,” ungkapnya

Padahal pada waktu itu saya ke Jakarta untuk menerima PPKM awards, kata dia, setelah itu baru diundang oleh pak Menkes Bersama influencer lainnya.

Sayangnya, kata dia, Ketua IDI hanya diam mendengar berita tersebut dan tak membelanya.

(aziz/usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik