Diduga Cemarkan Zat Radioaktif ke Udang Beku, KLH Segel PT PMT

KLH Segel PT PMT Udang Beku
Ilustrasi-Udang Beku di Pusat Perbelanjaan (AI Meta)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pabrik PT Peter Metal Technology (PT PMT) disegel Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kamis (11/9). Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Cikande, Serang, Banten ini diduga menjadi sumber paparan Cesium-137 dalam produk udang beku yang diekspor ke Amerika Serikat (AS).

PT PMT merupakan pabrik peleburan logam stainless steel. Aktivitas di pabrik ini diduga mengontaminasi udang beku yang diproduksi PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Keduanya berada di kawasan industri yang sama. Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), Rizal Irawan, menyebut bahan baku udang BMS Foods sebetulnya aman.

Unsur radioaktif hanya terdeteksi pada blower dan ventilator pabrik dengan konsentrasi rendah. Nilainya dibawah ambang batas dan segera ditangani dengan dekontaminasi. Hasil pelacakan lebih lanjut mengungkap tingkat radiasi PT PMT mencapai 0,3-0,4 mikrosievert per jam.

Baca Juga:

KKP Lakukan Penelusuran Ekspor Udang Diduga Terpapar Zat Radioaktif

Waduh, Udang Indonesia Terpapar Radioaktif, Bagaimana Dampak Kepercayaan Pasar?

Angka ini lebih tinggi dari kondisi normal 0,1 mikrosievert per jam. Dilansir dari situs resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cesium 137 adalah unsur radioaktif yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir. Cesium 137 mudah larut dalam air, sehingga ketika mengontaminasi lingkungan, berpotensi masuk ke rantai makanan atau makhluk hidup.

Rizal menambahkan, pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi administratif hingga pencabutan izin lingkungan kepada PT PMT. Langkah hukum perdata dan pidana juga disiapkan untuk pihak yang terbukti lalai atau sengaja menimbulkan pencemaran.

Pemerintah memastikan telah mensteril wilayah terdampak. Ini juga sekaligus meminimalisasi dampak lingkungan dan menjamin produk pangan laut tetap memiliki standard keamanan tinggi.

Seperti diketahui, hasil uji Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat mengidentifikasi adanya kandungan Cesium 137 pada produk breaded shrimp atau udang tepung hasil impor dari Indonesia, sebesar 117 Bq/kg. Akibat temuan tersebut, produk udang beku Indonesia ditarik dari sejumlah supermarket di AS.

Angka kontaminasi Cesium-137 pada udang beku tersebut memang masih di bawah batas intervensi FDA, yaitu 1.200 Bq/kg dan dibawah standard Indonesia sebesar 500 Bq/kg. Akan tetapi, tim gabungan yang terdiri atas KLH/BPLH, Bareskrim dan Gegana Polri, BRIN, serta Badan Pengawas Tenaga Nuklir, segera melakukan investigasi. (usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City