Dibuat 15 Tahun Lalu, Ini Fakta Grup Fantasi Sedarah

grup fantasi sedarah-5
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Grup Fantasi Sedarah jadi sorotan tajam masyarakat saat ini karena berisi konten penyimpangan seksual yang melibatkan hubungan sedarah, bahkan terhadap anak di bawah umur.

Fakta-fakta mencengangkan dari keberadaan grup ini menggugah reaksi cepat dari pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).

Tindakan Tegas Pemerintah

Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan ruang digital yang aman, Komdigi langsung berkoordinasi dengan Meta dan memblokir total enam grup Facebook yang memuat konten menyimpang bertajuk Fantasi Sedarah.

Menurut Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, tindakan ini diambil untuk melindungi anak-anak dari paparan konten berbahaya yang dapat merusak perkembangan mental dan emosional mereka.

“Kami segera berkoordinasi dengan Meta untuk menutup grup yang menyebarkan fantasi menyimpang terhadap keluarga kandung, khususnya kepada anak-anak. Ini pelanggaran serius terhadap hak anak,” tegas Alexander, Jumat (16/5/2025).

Fakta Mencengangkan

Grup Fantasi Sedarah ternyata bukan hal baru. Berdasarkan investigasi warganet dan unggahan akun Instagram @dhemit_is_back01, berikut beberapa fakta mencengangkan:

  1. Grup ini dibuat sejak 18 Juli 2010 oleh satu admin saja, dengan nama akun Anjar Suka Rini.
  2. Akun tersebut dibuat pada 28 Mei 2010 dan terdeteksi aktif dari wilayah Jawa Barat.
  3. Grup telah diblokir oleh Meta dan tidak hanya ditutup secara manual.
  4. Diduga terdapat jaringan di balik admin yang sempat meminta video tak senonoh ibu dan anak yang pernah viral sebelumnya.
  5. Grup ini beranggotakan ribuan akun yang aktif membagikan cerita pengalaman pribadi dan fantasi seksual yang menyimpang.
  6. Beberapa unggahan dalam grup memperlihatkan indikasi eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.
  7. Anggota grup menggunakan bahasa dan istilah terselubung untuk menyamarkan isi percakapan mereka dari deteksi sistem moderasi.
  8. Grup ini sempat berganti nama dan privasi beberapa kali untuk menghindari pemblokiran sebelumnya.
  9. Terdapat permintaan eksplisit dari admin kepada anggota untuk membagikan konten yang melibatkan anggota keluarga.
  10. Beberapa akun diduga menggunakan identitas palsu untuk menghindari pelacakan hukum.

Keberadaan grup ini tak hanya dianggap pelanggaran etika, tetapi juga berpotensi menjadi tindak kriminal yang serius.

Regulasi

Pemblokiran grup Fantasi Sedarah jadi bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, atau PP Tunas.

Aturan ini menegaskan bahwa setiap platform digital wajib melindungi anak dari paparan konten negatif dan menjamin hak mereka atas ruang digital yang aman.

Kolaborasi antara pemerintah dan penyedia platform digital menjadi kunci penting. Komdigi mengapresiasi langkah cepat Meta dalam menanggapi laporan masyarakat dan permintaan resmi pemerintah.

Hal ini membuktikan bahwa perlindungan anak di ruang digital adalah tanggung jawab bersama.

Baca Juga:

Polisi Minta Masyarakat Setop Sebarkan Grup Fantasi Sedarah di Medsos!

Grup Fantasi Sedarah Viral di Medsos, Jadi Sarang Predator Anak!

Komdigi menegaskan bahwa menjaga keamanan anak di ruang digital tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah atau platform. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan.

Alexander mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif melaporkan konten negatif melalui kanal resmi seperti aduankonten.id.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan di balik grup Fantasi Sedarah dan menindak para pelaku yang terlibat.

(Kaje)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun