JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kelompok buruh dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik strategis Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026). Aparat kepolisian mengerahkan 679 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran Polsek.
Pengamanan dilakukan menyusul rencana aksi dari dua kelompok besar massa yang akan menyampaikan aspirasi di kawasan pusat bisnis dan area Ibu Kota.
Aparat disiagakan sejak pagi hari untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas.
“679 personel gabungan Polda, Polres, Polsek jajaran kami kerahkan untuk pelayanan aksi unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Massa Buruh Bergerak ke Kawasan Sudirman
Aksi unjuk rasa pertama dilakukan oleh Aliansi Forum Urun Rembug Nasional Serikat Pekerja Serikat Buruh. Massa buruh dijadwalkan menyampaikan aspirasi di kantor pusat PT Adidas/Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Lokasi tersebut merupakan salah satu kawasan perkantoran dan bisnis tersibuk di Jakarta. Kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat serta mencegah penumpukan kendaraan.
Sejumlah personel terlihat berjaga di titik-titik persimpangan strategis dan pintu masuk kawasan perkantoran. Polisi juga berkoordinasi dengan pengelola gedung untuk memastikan situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.
Mahasiswa Gelar Aksi di Silang Selatan Monas
Sementara itu, Aliansi Mahasiswa Merah Putih bersama sejumlah elemen massa lainnya menggelar aksi di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat. Kawasan ini kerap menjadi titik konsentrasi aksi mahasiswa karena berdekatan dengan pusat pemerintahan dan simbol negara.
Aparat kepolisian menempatkan personel tambahan di sekitar Monumen Nasional untuk mengantisipasi pergerakan massa dan memastikan akses publik tetap terjaga. Hingga siang hari, aksi mahasiswa dilaporkan berjalan tertib tanpa insiden menonjol.
Pengamanan Kedepankan Pendekatan Humanis
Iptu Erlyn menegaskan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa dilakukan dengan pendekatan humanis. Menurutnya, kehadiran polisi bertujuan untuk melayani dan mengawal hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan aspirasinya,” ujar Erlyn.
Ia menekankan bahwa kepolisian tidak menghalangi kebebasan berpendapat, selama aksi dilakukan sesuai aturan dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Baca Juga:
Keluarga Temukan Pergerakan Co-Pilot ATR di Smartwatch, Farhan Gunawan Selamat?
Heboh Video Gubernur Aceh Mualem Menikah Lagi di Malaysia, Asli?
Imbauan Agar Aksi Berjalan Damai
Dalam kesempatan yang sama, kepolisian mengingatkan seluruh peserta aksi agar menyampaikan tuntutan secara tertib dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu.
“Sampaikan pendapat dengan damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas,” tegas Erlyn.
Ia juga mengimbau massa aksi untuk menghormati hak masyarakat lain yang tetap menjalankan aktivitasnya di sekitar lokasi unjuk rasa.
“Hormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas,” tandasnya.
Situasi Jakarta Pusat Terpantau Kondusif
Hingga berita ini dipublikasikan, situasi keamanan di Jakarta Pusat terpantau aman dan terkendali. Arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama sempat mengalami perlambatan, namun masih dapat diurai oleh petugas di lapangan.
Polisi memastikan pengamanan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian aksi selesai dan massa membubarkan diri dengan tertib. Aparat juga mengajak koordinator lapangan untuk terus berkoordinasi guna mencegah terjadinya gesekan di lapangan.
(Dist)

