Dedi Mulyadi Desak Aparat Tindak Kasus Hoaks Penculikan anak

dedi mulyadi
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi. (Antara)

Bagikan

PURWAKARTA,TM.ID: Anggota DPR, Dedi Mulyadi, meminta aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya menindaklanjuti kasus hoaks penculikan anak, karena kabar hoaks tersebut telah menimbulkan korban jiwa.

“Saya heran mengapa sampai saat ini isu penculikan terus bergulir dan menjadi konsumsi masyarakat,” kata Dedi di Purwakarta, Senin (13/2/2023).

Dedi mengatakan saat kecil, dirinya juga sering menerima hoaks mengenai pengendara mobil hardtop yang disebut penculik.

“Ini penting, untuk segera aparat mendeteksi agar ke depan tidak boleh lagi ada isu itu. Jadi harus ada klarifikasi. Ini (kasus hoaks penculikan) seolah sistemik karena terjadi bukan hanya di Sumatera. Di Jawa dan daerah lain juga ada,” kata dia.

BACA JUGA: RI dan Timor Leste Sepakati Penyelesaian Dua Perbatasan Darat

Sebelumnya, lima warga Garut yang berprofesi sebagai penjual jaket kulit menjadi korban hoaks dituduh sebagai penculik anak saat berjualan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Akibatnya beberapa dari mereka sempat dipukuli, mobil dihancurkan dan barang dagangan dijarah warga.

Setelah sebelumnya bertemu dengan dua pedagang yang sedang perjalanan pulang ke Garut, Dedi kali ini bertemu dengan Asep, yang tak lain bos jaket kulit. Asep merupakan satu dari lima orang yang sempat dikepung massa di Muratara.

Pria asal Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut itu berkeliling Sumatera mulai dari Lampung hingga menuju Muratara, untuk menjual jaket.

Pada suatu hari, Asep yang dalam posisi sebagai sopir menggantikan Luki. Ia masih ingat saat itu tiba-tiba diteriaki penculik oleh seorang ibu-ibu.

Tak lama mereka semua dibawa ke kantor desa. Namun karena pintu kantor dibiarkan terbuka maka warga merangsek masuk. Sementara mobil mereka yang terparkir di luar sudah rusak digulingkan dan ratusan jaket dijarah oleh warga.

Untuk diketahui kepulangan lima warga Garut tersebut didampingi oleh sejumlah personel dari Polres Musi Rawas Utara. Selain itu Babinsa setempat Serma Abdul Kadir yang menampung kelima korban sebelum pulang juga turut mengantarkan ke Garut.

Dedi menduga kasus hoaks penculikan yang meresahkan seperti itu adalah unsur kesengajaan yang diciptakan. Sehingga diharapkan isu itu segera diatasi agar para perantau atau pedagang tak lagi jadi korban.

“Semoga ini jadi yang terakhir tidak boleh terjadi lagi. Paling repot itu kalau hoaks sudah menyebar di medsos, itu pasti langsung jadi. Terbukti kejadian di Muratara itu menyebar melalui grup WA sampai datang warga dari empat desa,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih pada jajaran TNI dan Polri yang telah menyelamatkan bahkan mengantarkan lima orang korban hoaks pulang ke Garut.

Sebelumnya, kasus hoaks penculikan juga memakan korban jiwa di Sorong, Papua. Seorang wanita bernama Wa Gesuti diarak setengah bugil bahkan dibakar hingga tewas karena dituduh sebagai penculik anak. Padahal dari hasil pemeriksaan Wa Gesuti seorang ODGJ.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Kesenian Gembyung Subang - YouTube Kebudayaan Subang
Kesenian Gembyung: Warisan Budaya Tradisional Kabupaten Subang
Tasikmalaya Sandal Tarumpah
Keren! Tasikmalaya Punya Sandal Tarumpah
Fakta unik domba
Domba Hewan Mudah Ditipu, Gini Kata Dosen IPB!
Agnez Mo
Agnez Mo Trending di Media Sosial, Netizen Rindu Lagu Ballad Karya Sang Diva
Film Netflix
5 Rekomendasi Film Netflix, Kamu Pasti Penasaran!
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

3

Tanggul Jebol, Ribuan Makam di TPU Bojongsoang Kabupaten Bandung Terendam Banjir

4

Inflasi Kota Bandung Hingga 10 Persen Akibat Lonjakan Harga Jelang Ramadan

5

Gubernur Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa yang Gagal Ikuti SNBP Akibat Kelalaian Sekolah
Headline
Peluncuran Bank Emas Prabowo
Peluncuran Bank Emas, Prabowo: Pertama dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Anto Boyratan
Ukir Sejarah! Anto Boyratan Jadi Atlet Indonesia Pertama di Liga Basket Australia
BPBD Kabupaten Bandung, banjir
BPBD Kabupaten Bandung: Tanggul Jebol Sungai Cikapundung Kolot Genangi Ribuan Rumah Warga
Sampah Penuhi Sungai Citarum Kiriman dari Kota dan Kabupaten Bandung
BBWS Sebut Sampah Penuhi Citarum Kiriman Kota dan Kabupaten Bandung

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.