BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Host podcast “Close The Door,” Deddy Corbuzier memuji Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dengan sebutan “pahlawan” atas keberaniannya membongkar berbagai kasus mega korupsi. Unggahan Deddy di media sosial pun langsung menuai berbagai reaksi, baik dukungan maupun kritik dari warganet.
Melalui unggahan media sosialnya pada Selasa (18/3/2025), Deddy mengungkapkan kekagumannya kepada Sanitiar Burhanuddin, yang juga merupakan Guru Besar di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Sudirman.
“Bapak satu ini, pahlawan! Kalau tanpa beliau, kasus-kasus MEGA KORUPSI mungkin tidak terbongkar,” tulis Deddy dalam unggahannya.
Selain itu, Deddy juga mempromosikan podcast terbarunya dengan sang Jaksa Agung. Dalam unggahannya, ia berjanji akan mengungkap berbagai rahasia terkait skandal korupsi yang mengguncang Tanah Air, mulai dari kasus di Pertamina, PLN, hingga kasus lainnya yang menjadi perhatian publik.
Siapa Sanitiar Burhanuddin?
Sanitiar Burhanuddin, atau yang akrab disapa ST Burhanuddin, merupakan sosok penting dalam penegakan hukum di Indonesia. Ia adalah Jaksa Agung yang menjabat sejak 2019 dan kembali dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Kejaksaan Agung hingga 2029.
Lahir di Cirebon pada 17 Juli 1954, Burhanuddin memulai kariernya di Kejaksaan pada 1989. Ia menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (2007), Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (2008), hingga Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (2011-2014). Setelah pensiun, ia kembali dipercaya sebagai Jaksa Agung pada 2019 dan membawa transformasi besar bagi institusi penegak hukum ini.
Kiprah Burhanuddin dalam Pemberantasan Korupsi
Selama menjabat, ST Burhanuddin berhasil membongkar berbagai kasus mega korupsi yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah. Beberapa kasus besar yang berhasil diungkap antara lain:
- Kasus Tata Niaga Timah PT Timah Tbk (kerugian negara Rp29 triliun dan kerusakan lingkungan Rp271 triliun)
- Kasus Asabri (kerugian Rp22,78 triliun)
- Kasus Jiwasraya (kerugian Rp16,8 triliun)
- Kasus Korupsi Lahan Sawit Duta Palma Group (Rp104,1 triliun)
- Kasus Ekspor CPO Ilegal (kerugian Rp18 triliun)
Keberhasilan Kejaksaan Agung dalam menangani kasus korupsi ini pun berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik. Pada April 2024, survei Indikator Politik Indonesia menempatkan Kejaksaan Agung sebagai lembaga hukum paling dipercaya dengan tingkat kepercayaan publik mencapai 74,7 persen.
BACA JUGA:
Deddy Corbuzier Belum Laporkan LHKPN: Kenapa?
Temukan Kejanggalan LHKPN Deddy Sitorus, Haidar Alwi Minta KPK Turun Tangan
Reaksi Publik
Pujian Deddy terhadap Burhanuddin tidak lepas dari berbagai tanggapan netizen. Sebagian setuju dan menganggap Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin layak disebut sebagai pahlawan. Namun, ada juga yang skeptis dan mempertanyakan efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Belum jd pahlawan, kalau pelaku korupsi belum dihukum yg setimpal. Kalau cuma bongkar kasus dr dulu juga sudah tp kelanjutan nya gak jelas,” tulis pemilik akun @gs***
“Coba tanyakan, kok bisa hanya tom lembong yg jadi tersangka padahal mentri sebelum dan sesudahnya melakukan hal yg sama?,” tulis akun @taj***
“akh masa? ga percaya lagi sama pejabat,apaun bentukanya,” tulis @man***
(Hafidah Rismayanti/Aak)