Dari Stasiun hingga Kawasan Banjir, Pameran ‘Suara Kota’ Hadirkan Cerita Warga Bandung

Pameran suara kota
Foto : Instagram/ceritadi.mana
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sebanyak 59 karya visual yang memadukan gambar dan narasi personal warga Bandung resmi diluncurkan dalam pameran bertajuk Suara Kota di Kafe Cerita, Jalan Cihampelas 39, pada 3 Januari 2026. Pameran ini akan berlangsung hingga 25 Januari 2026.

Pameran Suara Kota merupakan hasil kurasi dari 45 peserta terpilih yang merespons undangan terbuka melalui media sosial pada Desember 2025. Inisiator pameran, Hendriko Teguh, menyebut antusiasme publik cukup tinggi sejak tahap pengumpulan karya.

“Responsnya sangat positif. Dari 45 peserta terpilih, terkumpul 59 karya yang siap dipamerkan,” ujar Hendriko saat peluncuran pameran.

Komposisi peserta datang dari latar belakang yang beragam. Sekitar 30 persen di antaranya merupakan anggota komunitas Bandung Sketchwalk yang secara rutin menggambar lanskap dan sudut-sudut kota. Selebihnya berasal dari warga umum dengan profesi dan minat yang berbeda-beda, mulai dari guru sekolah, perantau, hingga pekerja kantoran yang sehari-hari menggunakan transportasi umum.

Setiap peserta diminta menggambarkan lokasi di sekitar Bandung dengan ukuran karya minimal A4 dan maksimal A3. Selain visual, setiap karya dilengkapi narasi sepanjang 400 hingga 700 karakter yang wajib diawali dengan kalimat “Di kotaku yang…”.

Baca Juga:

Kontroversi Lukisan Yos Suprapto: Ini Maknanya!

Beragam sudut Kota Bandung dan sekitarnya hadir dalam pameran ini, mulai dari Stasiun Kiaracondong, halte bus di depan Hotel Horison, hingga kawasan Ranca Oray di Kabupaten Bandung yang kerap terdampak banjir.

Salah satu peserta, Rizki Amalia, menampilkan suasana Stasiun Kiaracondong yang menurutnya sarat kenangan sebagai pintu awal perjalanan merantau ke sejumlah kota seperti Yogyakarta, Blitar, dan Malang. Sementara Prida Aprillia, seorang guru, mengekspresikan kegelisahannya terhadap banjir yang sering melanda lingkungan sekolah tempatnya mengajar di Ranca Oray.

“Pameran ini bukan sekadar menampilkan gambar, tetapi juga pengalaman, ingatan, dan emosi personal yang membentuk persepsi publik terhadap ruang kota,” kata Hendriko.

Seluruh karya peserta rencananya akan dikompilasi dalam bentuk katalog digital yang dapat diakses oleh pengunjung setelah pameran berakhir.

(Magang_UIN Sunan Gunung Djati/Robby Nuzula Ramadhan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City