Dari Proyek ke Podium, Alfath Buktikan Latar Belakang Bukan Batas

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Debu proyek disertai panasnya matahari pernah jadi hal yang setiap hari ditemui Alfath Qornain Isnan Yuliadi. Diantara tumpukan material bangunan dan suara besi yang dipotong, ia menjalani hari-hari sebagai buruh bangunan, membantu ekonomi keluarga.

Tangan yang dulu kasar karena sering memegang besi dan adukan semen, kini justru terbiasa memegang sertifikat penghargaan. Alfath, yang kini menempuh studi di Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, pelan-pelan mengubah arah hidupnya dari dunia proyek menuju dunia akademik yang penuh kompetisi dan prestasi.

Sebelum masuk ke perguruan tinggi, Alfath sudah lebih dulu akrab dengan kerja keras fisik. Ia bekerja di proyek untuk membantu keluarga, sebuah rutinitas yang membuatnya terbiasa bangun pagi dan pulang saat hari hampir gelap. Namun justru dari situ, ia belajar satu hal yang terus ia bawa sampai sekarang, yaitu bertahan dalam keadaan apa pun.

Saat akhirnya bisa melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah, jalan Alfath tidak langsung mulus. Sebagai lulusan SMK, ia sempat berada di posisi yang tidak diperhitungkan banyak orang. Namun perlahan, ia mulai ikut berbagai kegiatan akademik dan non akademik. Dari yang semula introvert, ia menjadi aktif berorganisasi hingga dipercaya sebagai Ketua BSO.

Penghargaan demi penghargaan datang, hingga tercatat sekitar 15 prestasi tingkat nasional berhasil ia raih, bahkan pernah terlibat dalam ajang internasional. Dari yang awalnya hanya mencoba, Alfath berubah menjadi salah satu mahasiswa yang namanya mulai diperhatikan di lingkungan kampus.

Di tengah berbagai prestasinya, Alfath masih membawa latar belakangnya sebagai buruh bangunan. Dalam pernyataan yang dikutip dari unggahan akun Instagram resmi UGM, ia menyebut pengalaman itu bukan sesuatu yang ingin disembunyikan. Justru dari sana ia belajar untuk tidak cepat puas dan tidak mudah berhenti ketika menghadapi kesulitan.

Menurutnya, kesempatan selalu ada, hanya sering kali tidak semua orang berani mengambil langkah pertama.

Di balik semua capaian itu, perjalanan Alfath terasa seperti rangkaian langkah kecil yang konsisten. Dari proyek bangunan yang keras dan sunyi, menuju panggung penghargaan yang penuh sorotan, ia membawa satu pesan sederhana bahwa, latar belakang tidak selalu menentukan sejauh apa seseorang bisa melangkah.

(Magang Unpas / Putri Diva Cahya Satriani)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City