Dari Agostini hingga Rossi, MotoGP Iconic di Rimini Jadi Perayaan Sejarah dan Masa Depan

MotoGP Iconic di Teatro Amintore Galli, Rimini, Kamis (9/11/2025). (Foto: dok.MotoGP.com).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – MotoGP menggelar acara bertajuk MotoGP Iconic yang di Teatro Amintore Galli, Rimini, Kamis (9/11/2025).

Dengan tata cahaya dramatis dan suasana penuh nostalgia, acara ini mempertemukan nama-nama terbesar dalam sejarah balap motor Grand Prix.

Melansir Motogp.com, di dalam teater klasik yang sarat sejarah itu, tercatat ada 23 gelar juara dunia dan lebih dari 300 kemenangan kelas utama MotoGP hanya dari para legenda yang hadir maupun diwakili.

Malam tersebut menjadi tonggak baru dalam perjalanan MotoGP, yakni lahirnya Hall of Fame terbaru, desain ulang trofi Tower of Champions, serta pengumuman tiga legenda baru yang akan diresmikan pada 2026.

Hall of Fame MotoGP: Jejak Abadi Para Legenda

MotoGP memperkenalkan Hall of Fame terbaru sebagai wadah penghargaan resmi bagi pembalap yang namanya melekat dengan kejayaan olahraga ini.

Dari mereka yang paling sering naik podium, pemegang gelar juara terbanyak, hingga sosok-sosok ikonik yang identik dengan eranya.

Enam legenda mendiang langsung diabadikan pada malam perdana ini:

  • Umberto Massetti (Juara Dunia 1950 & 1952)
  • Geoff Duke (Juara Dunia enam kali)
  • John Surtees (satu-satunya juara dunia di motor dan Formula 1)
  • Mike Hailwood (pemenang 76 Grand Prix)
  • Phil Read (juara dunia di berbagai kelas, termasuk 500cc)
  • Barry Sheene (ikon MotoGP Inggris, juara dunia 1976 & 1977)

Nama-nama itu menjadi fondasi pembuka Hall of Fame yang akan terus diperluas di masa mendatang.

Tak hanya mereka, deretan legenda hidup juga ikut mendapat sorotan. Mulai dari Giacomo Agostini dengan 68 kemenangan dan 8 gelar juara dunia, Kenny Roberts sebagai juara dunia Amerika pertama, Freddie Spencer yang legendaris dengan dua gelar di tahun yang sama, hingga Eddie Lawson yang sukses bersama dua pabrikan berbeda di era 1980-an.

Sorakan penonton juga menggema saat Wayne Rainey dan rival abadinya, Kevin Schwantz, dikenang di atas panggung. Lalu hadir pula Mick Doohan, yang meski berhalangan hadir secara langsung, tetap mengirimkan pesan khusus.

Australia pun kembali disorot lewat Casey Stoner, juara dunia Ducati pertama yang disebut sebagai salah satu talenta paling alami di lintasan. Tak ketinggalan Dani Pedrosa, yang mengoleksi 112 podium dan 31 kemenangan sepanjang kariernya, ikut diabadikan.

Momen emosional semakin terasa ketika dua mantan rival berat, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, kini berbagi panggung sebagai sesama Hall of Famers.

Kehadiran Rossi menjadi puncak acara. Dengan nomor ikonik #46, ia menutup malam dengan penuh gaya, disambut tepuk tangan panjang sebagai juara dunia tujuh kali yang mengubah wajah MotoGP menjadi tontonan global.

Tower of Champions: Trofi Ikonik dengan Desain Baru

Selain Hall of Fame, MotoGP juga meresmikan desain baru trofi Tower of Champions. Trofi ini melambangkan nilai keberanian, kecepatan, dan semangat tanpa kompromi dari olahraga roda dua paling bergengsi di dunia.

Trofi tersebut terbuat dari aluminium berlapis keramik sebagai dasar, menopang sebuah menara vertikal dari baja nirkarat. Pada menara itu, terdapat 76 plakat berbentuk sudut miring, mewakili gaya lean angle pembalap di tikungan.

Sisi matte plakat menampilkan nama juara dunia.

Sisi glossy menampilkan tahun, pabrikan, dan nomor motor.

Rancangan ini bukan hanya penghormatan pada masa lalu, tetapi juga disiapkan untuk masa depan, dengan ruang yang tersedia bagi juara-juara berikutnya.

Tiga Legenda Baru 2026

MotoGP juga memastikan bahwa mulai musim 2026, tiga nama tambahan akan resmi menjadi legenda, yakni:

  • Leslie Graham – Juara Dunia pertama MotoGP (1949).
  • Libero Liberati – Juara Dunia 1957.
  • Gary Hocking – Juara Dunia 1961.

Dengan pengumuman ini, MotoGP memastikan bahwa seluruh juara dunia sepanjang sejarah kini diakui sebagai legenda resmi.

Setelah malam penuh sejarah ini, sorotan kembali beralih ke lintasan Sirkuit Misano akhir pekan ini. Para bintang masa kini akan berjuang untuk menorehkan catatan baru, dan mungkin suatu hari nama mereka juga akan diukir di Hall of Fame MotoGP serta trofi Tower of Champions.

MotoGP Iconic di Rimini bukan sekadar seremoni. Ia adalah pengingat bahwa di balik setiap tikungan, setiap bendera finis, dan setiap gelar juara, ada kisah yang membangun olahraga ini hingga menjadi ikon dunia.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City