BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Malam dramatis Liga Champions akhirnya usai. Delapan belas pertandingan yang berlangsung bersamaan di seluruh Eropa telah menentukan nasib 36 tim peserta dalam format baru yang kontroversial ini. Delapan tim teratas mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar, sementara 16 tim lainnya harus berjuang lagi di jalur playoff.
Inilah wajah baru Liga Champions: lebih kejam, lebih tak terduga, dan lebih menghukum bagi tim yang inkonsisten.
Delapan Tim yang Lolos Langsung
- Arsenal – 24 poin
The Gunners mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya tim yang menuntaskan fase liga dengan rekor sempurna. Delapan kemenangan beruntun, 19 gol dicetak, hanya 4 kebobolan. Dominasi total yang menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini. - Bayern Munich – 21 poin
Die Roten tampil konsisten. Bayern hanya kalah sekali sepanjang fase liga dan menjadi tim dengan serangan paling produktif bersama Arsenal. Kemenangan 2-1 atas PSV di matchday terakhir memastikan mereka finis di posisi runner-up. - Liverpool – 18 poin
The Reds menutup fase liga dengan pesta gol 6-0 atas Qarabag FK. Performa mereka di Liga Champions musim ini jauh lebih mengesankan dibanding kompetisi domestik. - Tottenham Hotspur – 17 poin
Spurs mengejutkan dengan finis di posisi empat setelah menaklukkan Eintracht Frankfurt 2-0. Ini adalah pencapaian luar biasa mengingat performa mereka di Premier League. Babak knockout akan menjadi ujian sesungguhnya. - Barcelona – 16 poin
Blaugrana sempat bikin jantungan dengan tertinggal 0-1 dari Copenhagen di babak pertama, tapi empat gol tanpa balas di babak kedua memastikan mereka finis di posisi lima. - Chelsea – 16 poin
The Blues juga harus berjuang keras, comeback dari ketertinggalan 1-2 untuk menang 3-2 atas Napoli. Kemenangan dramatis ini sekaligus mengirim Napoli tersingkir, ironi pahit untuk tim yang pernah juara Serie A. - Sporting CP – 16 poin
Si singa Lisbon menang dramatis 3-2 di kandang Athletic Bilbao untuk mengamankan posisi ketujuh. Sporting menjadi wakil Portugal pertama yang finis di delapan besar sejak format baru diberlakukan, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap. - Manchester City – 16 poin
Tim asuhan Pep Guardiola hampir gagal masuk delapan besar, tapi kemenangan 2-0 atas Galatasaray cukup untuk meloloskan mereka. Posisi kedelapan adalah pencapaian terburuk City di fase grup/liga sejak era Pep Guardiola, sinyal bahwa dominasi mereka mulai tergoyahkan.
Kejutan Besar, Tim Elite Terlempar ke Playoff
Yang lebih mencengangkan adalah daftar tim yang harus bermain di babak playoff. Real Madrid, juara bertahan 15 kali Liga Champions, hanya finis di peringkat sembilan. PSG, yang menghabiskan ratusan juta euro untuk skuad bintang, bahkan lebih buruk di peringkat 11.
Baca Juga:
Prediksi Skor Dortmund vs Inter Liga Champions 2026, Penentuan Tiket 16 Besar!
Tim-tim yang lolos ke playoff (peringkat 9-24):
- Real Madrid
- Inter Milan
- Paris Saint-Germain
- Newcastle United
- Juventus
- Atletico Madrid
- Atalanta
- Bayer Leverkusen
- Borussia Dortmund
- Olympiacos
- Club Brugge
- Galatasaray
- AS Monaco
- Qarabag
- Bodo/Glimt
- Benfica
Keberadaan Real Madrid dan PSG di jalur playoff adalah bukti nyata bahwa format baru Liga Champions tidak mentolerir inkonsistensi. Tidak ada lagi “fase grup mudah” di mana tim besar bisa lolos. Setiap pertandingan punya bobot yang sama, dan satu kekalahan bisa mengubah segalanya.
Korban Format Baru, 12 Tim Tersingkir
Sementara itu, 12 tim yang finis di peringkat 25-36 harus pulang dengan tangan hampa. Mereka tidak mendapat kesempatan kedua di kompetisi UEFA lainnya. Berbeda dengan format lama di mana tim peringkat ketiga fase grup bisa turun ke Liga Europa.
Tim yang tersingkir:
- Marseille
- Pafos
- Union Saint-Gilloise
- PSV Eindhoven
- Athletic Bilbao
- Napoli
- Copenhagen
- Ajax
- Eintracht Frankfurt
- Slavia Praha
- Villarreal
- Kairat Almaty
Napoli dan Ajax adalah dua nama besar yang paling menyakitkan. Napoli, juara Serie A 2023, tersingkir setelah kalah dramatis dari Chelsea. Ajax, salah satu akademi terbaik dunia dan semifinalis 2019, bahkan tidak mampu mencapai 10 poin sebuah kejatuhan yang sangat memalukan.
Format Baru Lebih Adil atau Lebih Kejam?
Format baru Liga Champions berhasil menciptakan kompetisi yang lebih intens. Tidak ada lagi “pertandingan mudah” karena semua tim berjuang untuk setiap poin. Arsenal yang sempurna membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci, sementara Real Madrid dan PSG yang terlempar ke playoff menunjukkan bahwa nama besar tidak menjamin apapun.
Namun format ini juga mengundang kritik. Dengan 18 pertandingan serentak di matchday terakhir, ada kekhawatiran tentang integritas kompetisi, bagaimana jika ada tim yang sudah tahu hasil pertandingan lain dan bermain sesuai kebutuhan? UEFA menjawabnya dengan memulai semua pertandingan pada waktu yang sama persis, tapi tetap saja ada spekulasi terkait hal tersebut.
Yang jelas, format baru ini lebih menghargai performa sepanjang fase liga dibanding momen-momen keberuntungan di satu atau dua pertandingan. Arsenal yang konsisten pantas mendapatkan pujian, sementara tim yang naik-turun seperti Real Madrid mendapat hukuman yang setimpal.
Apa Selanjutnya?
Delapan tim yang lolos langsung kini bisa beristirahat dan fokus pada kompetisi domestik sambil menunggu babak 16 besar. Mereka juga menghindari risiko cedera atau kelelahan yang akan dialami 16 tim playoff.
Sementara itu, babak playoff akan digelar pada awal Februari dengan format knockout dua leg. Drawing playoff dijadwalkan pada Jumat (31/1/2026), di mana tim peringkat 9-16 akan menghadapi tim peringkat 17-24. Pemenang playoff akan melengkapi 16 besar bersama delapan tim yang sudah lolos langsung.
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)











