Cerita Menarik di Balik Gelar Juara Akademi Persib Cimahi di Gothia Cup U-13

Akademi Persib Cimahi
Akademi Persib Cimahi. (Dok. Persib)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Manajer Akademi Persib Cimahi (APC), Firman Hadillah ceritakan pengalaman menarik di balik gelar juara Gothia Cup U-23 yang didapat timnya. Selain pengalaman, Firman Hadillah mengungkapkan cerita menarik lainnya ialah soal cara anak asuhnya menyerap ilmu dari atmosfer di turnamen tersebut.

Bagi Firman Hadillah, keterlibatan APC di ajang ini bukan semata untuk mencari prestasi dan mempertebal jam terbang para pemainnya, jauh dari itu turnamen ini menjadi jalan pemainnya mengenal lingkungan sepak bola secara lebih luas.

Dalam turnamen tersebut, ia melihat para pemainnya mampu menjaga sportivitas dan itu menjadi hal yang diutamakan. Sikap para pemainnya baik di dalam maupun luar lapangan juga mendapat hormat dari kontestan lain, hingga mereka bisa menjaga nama baik Indonesia dari banyak aspek.

“Sukanya selama mengikuti turnamen ini, mungkin sukanya kita mendapat pengalaman baru di event-event yang terbesar sekali. Karena kita melihat berbagai negara itu hadir, berbagai bahasa itu hadir, budaya itu hadir. Kami, mungkin anak-anak kita di sini bisa menyerap semua perkawanan,” terang pria yang akrab disapa Firman Hejo tersebut.

Baca Juga:

Lima Hari di Thailand, Bojan Hodak Beberkan Chemistry Tim Persib

Hal menyenangkan lainnya ialah ketika semua awak timnya menikmati keindahan pemandangan di Swedia. Mereka juga mempelajari bagaimana cara masyarakat di Swedia menjaga wilayahnya. Sehingga para pemain juga menerapkan gaya hidup tertib, meski berada di negara lain.

“Terus kebagian yang lainnya mungkin ya saya kira banyak-banyak yang kita serap ya mengenai masalah kota tersebut. Kan sebut sangat indah yang dalam artian bersih di mana-mana.Kalau boleh saya bilang juga, saya aneh di dalam lapangan pun sendiri tidak ada yang namanya jualan minuman,” tambahnya.

Sedangkan untuk dukanya, Firman mengatakan para pemainnya terbiasa mengonsumsi nasi sebagai energi dan karbohidrat. Sedangkan di Swedia, mereka mendapatkan kerbohidrat melalui roti. Sehingga energi para pemainnya sedikit berubah.

“Mengenai masalah dukanya mungkin anak-anak, mengenai masalah makanan mungkin ya. Makanan memang kalau berbicara-ngomongin tenaga itu kan memang harus anak-anak kita kan perlu energinya, karbohidratnya nasi,” tutur Firman.

Akan tetapi ia mengaku takjub dengan proses adaptasi para pemainnya saat dihadapkan dengan roti. Meski sempat beberapa hari mengalami kesulitan, namun lambat laun, mereka bisa mengatasi hal tersebut hingga sukses menaklukan perbedaan cuaca dan bermain sangat apik.

“Kalau di sana kan harus roti. Nah itu harus betul-betul yang harus selama dua hari, tiga hari ini memang anak-anak harus berupaya bisa mengikuti kebiasaan di sana.Terus dengan cuaca, cuaca istilahnya ini kayak terang sekali tapi dingin.” tutupnya. (RF/_Usk)


Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik